spot_img
More
    spot_img

    APKASINDO Kaltara Dorong Koperasi Sawit Naik Kelas, Kelola Kebun Secara Profesional dan Berkelanjutan

    WARTA, TANJUNG SELOR – Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Kalimantan Utara (Kaltara) mendorong koperasi sawit berbasis plasma meningkatkan kualitas pengelolaan, tidak hanya dari sisi kelembagaan dan administrasi, tetapi juga dalam menjaga produktivitas serta keberlanjutan perkebunan.

    Dorongan tersebut disampaikan dalam Workshop Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Koperasi Kelapa Sawit Berbasis Plasma yang digelar APKASINDO Kaltara di Hotel Pangeran Khar, Tanjung Selor, selama dua hari, Selasa-Rabu (28-29/7/2026).

    Ketua APKASINDO Kaltara, Muhammad Khoiruddin, mengatakan kegiatan tersebut diikuti pengurus koperasi plasma dari Kabupaten Nunukan, Bulungan, Tana Tidung, dan Malinau.

    Menurut Khoiruddin, penguatan kapasitas pengurus menjadi kebutuhan penting agar koperasi mampu dikelola secara lebih profesional, mulai dari administrasi, tata kelola organisasi hingga pengembangan produktivitas kebun.

    “Di wilayah Tanjung Selor sendiri ada kurang lebih 31 koperasi plasma. Alhamdulillah sekitar 70 persen di antaranya hadir dalam workshop ini,” kata Khoiruddin usai penutupan kegiatan.

    Bukan Sekadar Produksi, Tapi Menjaga Masa Depan Sawit

    Menurut Khoiruddin, koperasi memiliki posisi penting dalam memastikan petani sawit tidak hanya mendapatkan manfaat ekonomi, tetapi juga mampu menjaga keberlangsungan usaha perkebunan dalam jangka panjang.

    Karena itu, workshop tidak hanya menyasar pengurus koperasi. APKASINDO Kaltara juga melibatkan mahasiswa, khususnya dari Fakultas Pertanian Universitas Kaltara.

    Keterlibatan mahasiswa dinilai penting untuk membangun regenerasi sekaligus menyiapkan generasi muda yang memiliki pemahaman mengenai tata kelola perkebunan dan tantangan industri sawit.

    “Kami memiliki tanggung jawab bukan hanya menciptakan keberhasilan ekonomi hari ini, tetapi juga memastikan keberlanjutan perkebunan bagi generasi mendatang,” ujarnya.

    Dorong Penggunaan Pupuk Organik

    Salah satu materi yang mendapat perhatian dalam workshop adalah penerapan pertanian berkelanjutan, termasuk penggunaan pupuk organik sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.

    Baca Juga:  Menpan-RB Rini Widyantini Jelaskan Fleksibilitas Kerja ASN: WFA dan WFO

    Khoiruddin menjelaskan, penggunaan pupuk kimia secara berlebihan memang dapat memberikan dampak terhadap peningkatan produksi dalam jangka pendek. Namun, penggunaan yang tidak terkendali berpotensi memengaruhi kualitas tanah dalam jangka panjang.

    Selain itu, sebagian bahan baku pupuk kimia masih bergantung pada sumber daya dari luar negeri dan bahan baku berbasis fosil yang memiliki keterbatasan.

    Karena itu, APKASINDO mendorong pemanfaatan pupuk organik yang bersumber dari bahan baku lokal sebagai salah satu upaya menjaga kesuburan tanah sekaligus mengembangkan sistem perkebunan yang lebih ramah lingkungan.

    “Karena sebagian besar bahan baku pupuk kimia berasal dari luar negeri dan bersumber dari fosil, suatu saat tentu akan terbatas. Karena itu kami mendorong penggunaan pupuk organik berbahan baku lokal yang lebih ramah lingkungan dan mendukung keberlanjutan,” jelasnya.

    Menurut Khoiruddin, menjaga kualitas tanah merupakan bagian penting dari investasi perkebunan. Lahan yang sehat akan memberikan peluang produktivitas yang lebih baik dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

    “Kita boleh mengejar hasil panen yang tinggi, tetapi jangan sampai mewariskan tanah yang rusak kepada anak cucu. Itu menjadi bagian dari tanggung jawab kita,” tegasnya.

    Mahasiswa Antusias Belajar Sawit Berkelanjutan

    Khoiruddin juga mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut. Meski workshop berlangsung saat masa libur semester, mahasiswa tetap menunjukkan antusiasme dengan aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan.

    Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi sinyal positif bagi masa depan perkebunan sawit di Kaltara.

    “Alhamdulillah mereka aktif bertanya dan berdiskusi. Mereka jadi memahami bahwa perkebunan sawit tidak hanya soal produksi, tetapi juga tentang bagaimana menjaga keberlanjutan dan masa depan sektor ini,” pungkasnya.

    APKASINDO Kaltara berharap peningkatan kapasitas tersebut dapat mendorong koperasi plasma menjadi lebih profesional, mandiri dan mampu mengelola usaha secara transparan.

    Baca Juga:  Robby Nahak Serang Resmi Jabat Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah Kabupaten Nunukan

    Pada saat yang sama, penerapan prinsip perkebunan berkelanjutan diharapkan dapat menjaga produktivitas kebun sekaligus memastikan sektor sawit tetap memberikan manfaat ekonomi bagi petani tanpa mengorbankan kualitas lingkungan dan kepentingan generasi mendatang.

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU