spot_img
More
    spot_img

    Cuaca Panas Picu Hotspot di Sejumlah Wilayah Kaltara, BPBD Perketat Pemantauan

    WARTA, TANJUNG SELOR – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai meningkat di Kalimantan Utara. Cuaca panas yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir diikuti kemunculan sejumlah titik panas (hotspot) di berbagai daerah.

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara kini memperketat pemantauan sekaligus memperkuat koordinasi dengan tim di lapangan untuk mencegah api berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

    Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kaltara, Rony Haryanto, mengatakan pendataan masih terus dilakukan untuk mengetahui lokasi serta luasan lahan yang terdampak.

    “Data masih kami rekap. Untuk satu titik, ada yang sekitar 2 sampai 4 hektare, bahkan ada yang mencapai 5 hektare,” kata Rony, Selasa (11/8/2026).

    Sejumlah kawasan masuk dalam radar pemantauan BPBD. Di Kabupaten Bulungan, perhatian diarahkan ke Tanjung Palas Timur. Sementara di Kabupaten Nunukan, pemantauan dilakukan di Sebatik dan Sembakung.

    Di Kabupaten Malinau, titik panas terpantau di sejumlah wilayah, mulai dari Malinau Selatan, Sungai Tubu, Bahau Ulu, Pujungan, Kayan Ulu, Sungai Boh hingga Kayan Hilir.

    “Beberapa daerah memang ada spot-spot titik panas dan ini terus kami pantau,” ujarnya.

    Data Satelit Tidak Selalu Real Time

    BPBD mengingatkan bahwa kemunculan atau hilangnya titik panas pada aplikasi pemantauan tidak selalu berarti kondisi di lapangan sudah berubah.

    Hal itu disebabkan sistem satelit membutuhkan waktu untuk membaca dan memperbarui data. Bahkan, terdapat jeda beberapa jam sebelum kondisi kebakaran terdeteksi.

    “Kadang tidak terbaca juga. Biasanya ada jeda sekitar empat sampai enam jam karena yang melakukan pemantauan adalah satelit. Karena itu, beberapa titik tetap harus kami cek langsung,” jelas Rony.

    Kondisi tersebut pernah terjadi di kawasan Tanjung Agung. Saat itu, aplikasi belum menunjukkan adanya hotspot, tetapi petugas menemukan adanya lahan yang terbakar di lokasi.

    Baca Juga:  BKD Kaltara Jadwalkan Penyerahan SK PPPK Tahap I pada 23 Juni 2025

    Temuan tersebut menjadi alasan BPBD terus mengombinasikan data satelit dengan laporan petugas dan hasil pengecekan langsung di lapangan.

    Perkuat Sinergi untuk Cegah Api Meluas

    Untuk memastikan setiap informasi segera ditindaklanjuti, BPBD Kaltara membangun koordinasi lintas sektor. Pemantauan dilakukan bersama BPBD kabupaten/kota, TNI-Polri, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Manggala Agni, Dinas PUPR, dan instansi terkait lainnya.

    “Kami terus bersinergi dan saling menyampaikan informasi mengenai titik-titik hotspot. Koordinasi dilakukan bersama TNI-Polri, Dinas Kehutanan melalui KPH, Manggala Agni, hingga PU,” ungkapnya.

    BPBD Kaltara juga mengingatkan masyarakat agar tidak lengah selama kondisi cuaca panas berlangsung. Aktivitas yang dapat memicu api, terutama pembakaran lahan, harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan sesuai ketentuan.

    Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan asap maupun titik api. Semakin cepat informasi diterima, semakin besar peluang api dapat dikendalikan sebelum merambat dan menimbulkan karhutla yang lebih luas.

    Kewaspadaan masyarakat, pemantauan teknologi, dan respons cepat tim gabungan menjadi kunci untuk menjaga Kaltara dari ancaman karhutla di tengah cuaca panas.

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU