spot_img
More
    spot_img

    Belajar dari Sejarah, Pemprov Kaltara Rangkul Kearifan Lokal dalam Mitigasi Karhutla

    WARTA, TANJUNG SELOR – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Utara mulai menyentuh aspek sosial budaya. Pemerintah Provinsi Kaltara menekankan pentingnya edukasi bagi masyarakat yang masih mempraktikkan kearifan lokal dalam pembukaan lahan agar tidak memicu bencana besar.

    Kepala BPBD Kaltara, Andi Amriampa, mengungkapkan bahwa faktor penyebab kebakaran di Kaltara sangat kompleks, mulai dari cuaca ekstrem hingga aktivitas masyarakat berladang. Wilayah pegunungan tercatat memiliki tingkat kerawanan tertinggi.

    “Karhutla adalah persoalan kompleks. Kita harus mengenali karakteristik wilayah, termasuk praktik pembukaan lahan yang masih dipengaruhi kearifan lokal. Fokus kita adalah koordinasi terpadu agar kesiapan masyarakat dan petugas sejalan,” kata Andi.

    Senada dengan hal tersebut, Asisten I Setda Kaltara, H. Datu Iqro Ramadhan, mengingatkan pentingnya belajar dari pengalaman pahit kabut asap tahun 1997-1998 yang melumpuhkan aktivitas warga. Ia menekankan bahwa rencana kontingensi kali ini juga mengutamakan perlindungan bagi kelompok rentan dan penyandang disabilitas.

    “Kita punya tantangan sosial budaya seperti berladang berpindah yang sudah turun-temurun. Ini perlu diakomodasi lewat pembinaan dan edukasi, bukan sekadar larangan. Pengalaman sejarah mengajarkan kita harus siap sebelum bencana datang, dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan,” tutur Datu Iqro.

    Baca Juga:  Perumda Air Minum Tirta Taka Nunukan Selesaikan Pemeliharaan Jaringan, Layanan Air Mulai Normal Kembali

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU