WARTA, NUNUKAN – Upaya menjaga kelestarian kawasan hutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus didorong melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan dan Balai Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM).
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) Nunukan Raden Iwan Kurniawan dengan jajaran Balai TN Kayan Mentarang di Ruang Kerja Sekda Nunukan, Jumat (18/9/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi program konservasi sekaligus menyelaraskan upaya pelestarian lingkungan dengan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, khususnya di wilayah yang masuk dalam kawasan kerja TNKM.
Raden Iwan menyampaikan, sinergi kedua pihak penting mengingat sebagian kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang berada di wilayah administrasi Kabupaten Nunukan, termasuk kawasan Dataran Tinggi Krayan dan Kecamatan Lumbis.
“Kami menyambut baik dan bersyukur atas silaturahmi ini. Harapan kami, koordinasi ini dapat semakin meningkatkan sinergisitas antara Pemkab Nunukan dengan Balai TN Kayan Mentarang. Keberadaan dan kelestarian alam ini harus memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat melalui program-program pemberdayaan,” ujar Iwan.
23 Kelompok Masyarakat Dapat Dukungan
Dalam pertemuan tersebut, Balai TNKM juga menyampaikan komitmennya dalam mendukung peningkatan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan konservasi.
Hingga saat ini, tercatat 23 kelompok masyarakat telah mendapatkan dukungan bantuan usaha produktif dengan total anggaran yang mendekati Rp1 miliar.
Program tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi lokal masyarakat. Salah satunya melalui pengembangan komoditas kopi Krayan dengan penyaluran bibit kopi lokal unggulan untuk mendorong pengembangan budidaya.
Dukungan juga diberikan pada sektor pertanian berupa sarana dan prasarana penunjang, termasuk bantuan hand tractoruntuk membantu meningkatkan produktivitas lahan masyarakat.
Selain sektor ekonomi, pemberdayaan turut menyentuh aspek pelestarian budaya melalui dukungan terhadap pengembangan usaha kerajinan dan pakaian adat tradisional.
Krayan Berpeluang Dikembangkan sebagai Ekowisata
Potensi lain yang turut menjadi pembahasan adalah pengembangan ekowisata berkelanjutan, terutama di kawasan Krayan.
Pemerintah daerah melihat kekayaan keanekaragaman hayati serta keunikan budaya masyarakat adat Krayan sebagai modal penting yang dapat dikembangkan secara terencana tanpa mengabaikan prinsip-prinsip konservasi.
Iwan mengatakan, peluang tersebut dapat dikaji bersama sehingga pengembangan wisata nantinya tetap sejalan dengan upaya menjaga kelestarian kawasan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Sementara itu, Kepala Balai TN Kayan Mentarang Seno Pramudito menegaskan kesiapan pihaknya untuk terus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah.
Menurutnya, penyelarasan program konservasi dengan pembangunan masyarakat menjadi bagian penting dalam pengelolaan kawasan Taman Nasional.
“Tujuan kami adalah bersilaturahmi dan berkoordinasi mengenai hal-hal yang bisa dikolaborasikan dan disinergikan. Kelestarian kawasan Taman Nasional dan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya adalah tujuan bersama. Kami sangat mendukung program-program Pemda Nunukan dan siap meningkatkan komunikasi agar target bersama ini dapat tercapai,” ungkap Seno.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama antara Pemkab Nunukan dan Balai TN Kayan Mentarang. Kolaborasi konservasi dan pemberdayaan masyarakat pun diharapkan dapat terus berkembang sebagai bagian dari pembangunan Kabupaten Nunukan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.




