WARTA, TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dasar guna mendukung pengembangan Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI). Salah satunya melalui penawaran proyek pembangunan intake atau pengambilan air baku dalam agenda Kaltara Investment Forum 2026.
Melalui proyek tersebut, Pemprov Kaltara menawarkan peluang investasi strategis di sektor penyediaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menopang kebutuhan kawasan industri di masa depan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-Perkim) Kaltara, Helmi mengatakan pembangunan intake akan memanfaatkan tiga sumber utama, yakni Sungai Binai, Sungai Pindada, dan Sungai Mangkupadi.
Menurutnya, ketiga sungai tersebut memiliki potensi besar sebagai sumber pasokan air bersih yang stabil dan berkelanjutan, baik untuk kebutuhan domestik masyarakat maupun operasional kawasan industri hijau.
“Lokasi strategis dan menjamin ketersediaan pasokan air yang stabil dan berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan air bersih domestik bagi masyarakat di sekitar dan wilayah penunjang KIHI,” ujar Helmi.
Dari ketiga sumber air yang ditawarkan, Sungai Binai menjadi salah satu prioritas pengembangan. Sistem intake di kawasan tersebut diproyeksikan mampu melayani sekitar 4.000 rumah tangga serta mendukung kebutuhan air kawasan industri hingga 1.423 liter per detik.
Sementara itu, kapasitas ketersediaan air Sungai Binai tercatat mencapai 2.349 liter per detik sehingga dinilai cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan sektor industri secara bersamaan.
Untuk merealisasikan proyek tersebut, kebutuhan investasi pembangunan intake Sungai Binai diperkirakan mencapai Rp21,2 miliar. Proyek ini diproyeksikan mencapai titik impas atau Break Even Point pada tahun ke-11 dengan nilai Benefit Cost Ratio (BCR) sebesar 1,26 pada tingkat bunga 8,5 persen dan 1,09 pada tingkat bunga 10 persen.
Selain Sungai Binai, pemerintah juga membuka peluang investasi pembangunan intake di Sungai Pindada dengan potensi debit air mencapai 1.011 liter per detik dan estimasi biaya sekitar Rp31,8 miliar.
Sedangkan proyek intake di Sungai Mangkupadi Tawar diperkirakan memiliki kapasitas air sebesar 1.299 liter per detik dengan nilai investasi mencapai Rp32,6 miliar.
Melalui penawaran proyek ini, Pemprov Kaltara berharap dapat menarik minat investor untuk mempercepat pembangunan infrastruktur air bersih sekaligus mendukung pertumbuhan kawasan industri hijau dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di Kalimantan Utara.




