WARTA, NUNUKAN – Bupati Nunukan, Irwan Sabri, secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an XXI Kabupaten Nunukan 2026 di Kecamatan Sebatik Barat, Minggu (26/4). Pembukaan berlangsung khidmat di Lapangan Sepak Bola Desa Liang Bunyu, sekaligus menjadi momentum penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nunukan Aliansyah, unsur Forkopimcam, anggota DPRD, jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, adat, hingga masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Irwan Sabri menyampaikan apresiasi kepada seluruh kafilah yang berpartisipasi. Ia menegaskan, MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi sarana meningkatkan pemahaman dan pengamalan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui MTQ ini, para kafilah diharapkan dapat meningkatkan kualitas diri dan menjadi perwakilan terbaik Kabupaten Nunukan di tingkat provinsi maupun nasional,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi harus diimbangi dengan penguatan karakter, budaya, dan akhlak mulia.
“MTQ ini diharapkan menumbuhkan semangat baru bagi masyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bupati menyebut pelaksanaan MTQ sebagai bagian dari syiar Islam yang memiliki peran strategis dalam memperkuat nilai keagamaan serta menjaga keberlangsungan ajaran Al-Qur’an lintas generasi.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana yang juga Camat Sebatik Barat, Sawaludin, menjelaskan bahwa MTQ XXI berlangsung selama enam hari, mulai 25 hingga 30 April 2026.
Mengusung tema “Penguatan Pemahaman Kalam Ilahi dalam Membangun Generasi Qur’ani Guna Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat”, kegiatan ini diikuti 13 kecamatan dengan total 776 peserta, terdiri dari kafilah, official, pelatih, pendamping, dan peserta lomba.
Beragam cabang diperlombakan, mulai dari tilawah, qira’at, tahfidz, tafsir, syarhil, fahmil, kaligrafi, hingga karya tulis ilmiah Al-Qur’an. Selain sebagai ajang kompetisi, MTQ juga menjadi sarana silaturahmi dan penguatan persatuan umat.
“MTQ ini sekaligus untuk menjaring bibit unggul yang akan dipersiapkan mengikuti MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Utara 2026,” jelas Sawaludin.
Pembukaan MTQ ditandai dengan pemukulan beduk sebagai simbol dimulainya seluruh rangkaian perlombaan.
Pemerintah Kabupaten Nunukan berharap kegiatan ini berjalan lancar dan mampu melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya berakhlak mulia, tetapi juga memiliki daya saing di tingkat yang lebih tinggi.




