WARTA, TANJUNG SELOR – Pemerataan layanan kesehatan terus menjadi prioritas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara. Salah satu langkah nyata yang dijalankan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) adalah program ‘Dokter Terbang’yang ditujukan bagi masyarakat di Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK).
Kepala Dinkes Kaltara, Usman, menegaskan program ini masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Antusiasme warga pun tinggi setiap kali layanan ini hadir.
“Minat masyarakat terhadap layanan ‘Dokter Terbang’ cukup besar,” ujarnya, Selasa (2/9/2025).
Untuk tahun 2025, program ini mendapatkan alokasi anggaran Rp1,7 miliar dengan capaian realisasi sekitar 50 persen hingga saat ini. Usman menyebut, meski ada efisiensi anggaran, layanan tetap berjalan lancar tanpa kendala berarti di lapangan.
Menurutnya, keberlangsungan program ini merupakan bentuk perhatian Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang, agar masyarakat di wilayah DTPK dapat merasakan pelayanan medis secara merata, khususnya dari dokter spesialis.
“Program ini kita maksimalkan untuk melayani masyarakat yang ada di DTPK,” tegas Usman.
Selama berjalan, kebutuhan paling banyak datang dari layanan penyakit dalam dan anak. Selain itu, dokter spesialis kandungan serta mata juga kerap dibawa karena tetap ada permintaan pelayanan.
“Jadi dokter yang kita kirim disesuaikan dengan kebutuhan daerah tujuan. Inilah yang membuat ‘Dokter Terbang’ menjadi layanan spesialistik, karena kita menghadirkan langsung dokter-dokter spesialis,” jelasnya.
Dengan adanya ‘Dokter Terbang’, masyarakat di pelosok Kaltara tak lagi harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk mendapatkan layanan medis spesialis. Program ini diharapkan terus berlanjut sebagai solusi pemerataan kesehatan di provinsi termuda Indonesia.




