WARTA, TANJUNG SELOR -Kepala Biro Administrasi Pembangunan Kalimantan Utara, Sapi’i menyebut Hari Anti Korupsi Dunia (Hakordia) 2025 menjadi momentum untuk menunjukkan upaya konkret menuju good governance.
Menurut Sapi’i, Pemprov Kaltara berkomitmen kuat dalam pencegahan korupsi melalui berbagai kebijakan dan program terintegrasi, terutama di sektor pengadaan barang/jasa dan pembangunan infrastruktur.
Langkah-langkah ini selaras dengan strategi nasional pencegahan korupsi.
Untuk itu, provinsi yang berdiri pada 2012 juga berkolaborasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Salah satunya menetapkan Proyek Strategis Daerah (PSD) dengan Fokus Anti-Korupsi.
Sapi’i melajutkan, ini merupakan bagian dari Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi via Monitoring Center for Prevention (MCP) KPK.
“Jadi ditekankan pada area intervensi pengadaan barang dan jasa untuk mencegah penyimpangan di pembangunan infrastruktur,” ujar Sapi’i, Senin (8/12/2025).
Dia menambahkan, langkah-langkah ini menunjukkan pendekatan proaktif Pemprov Kaltara dalam membangun tata kelola yang bersih, terutama di bidang pembangunan yang rentan korupsi.




