WARTA, NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan menegaskan komitmennya memperkuat kualitas pelayanan publik dengan menuntut aparatur sipil negara (ASN) bekerja lebih solid, profesional, dan bebas dari kepentingan sektoral.
Penegasan itu disampaikan Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, saat melantik dan mengambil sumpah jabatan ratusan pejabat administrator, pengawas, dan fungsional di lingkungan Pemkab Nunukan, Selasa (7/4/2026), di Lantai 5 Kantor Bupati Nunukan.
Dalam arahannya, Hermanus menekankan pentingnya menghilangkan sekat-sekat dalam organisasi demi terciptanya kinerja yang efektif dan terintegrasi.
“Tidak boleh ada sekat ataupun pengelompokan. Kita harus bersatu dalam satu tujuan, yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa ASN hadir bukan untuk dilayani, melainkan sebagai pelayan masyarakat. Karena itu, setiap tugas harus diwujudkan dalam kerja nyata, bukan sekadar wacana.
Lebih lanjut, Hermanus menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai dasar ASN BerAKHLAK, seperti profesionalisme, kejujuran, transparansi, adaptif, serta kemampuan membangun harmoni dalam organisasi.
“Kita ini organisasi besar. Kalau tidak solid, tidak loyal, dan tidak harmonis, maka roda pemerintahan tidak akan berjalan optimal,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mendorong perubahan pola kerja ASN agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat yang terus berubah.
“Kita dituntut untuk berubah. Cara kerja harus menyesuaikan agar pelayanan publik benar-benar dirasakan manfaatnya,” katanya.
Dalam pelantikan tersebut, sebanyak 183 pejabat struktural dilantik, sementara dua pejabat fungsional mendapat tugas tambahan sebagai kepala puskesmas. Selain itu, dilakukan pula penyesuaian jabatan terhadap 23 pejabat yang dikembalikan ke jabatan fungsional sesuai kebutuhan organisasi.
Di sisi lain, Hermanus juga menyoroti tantangan fiskal daerah. Ia mengungkapkan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) Nunukan masih sekitar 9 persen, sementara ketergantungan terhadap pemerintah pusat mencapai 91 persen.
Kondisi ini, menurutnya, harus menjadi pemicu bagi ASN untuk berinovasi dan mengoptimalkan potensi unggulan daerah seperti sektor perikanan, rumput laut, dan perkebunan.
“Kita tidak boleh hanya menjadi penonton. Potensi daerah harus dikelola secara maksimal untuk meningkatkan kemandirian,” tegasnya.
Menutup arahannya, Hermanus mengajak seluruh ASN untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi dalam menghadapi tantangan pembangunan, terutama dengan kondisi geografis Nunukan yang beragam.
“Jangan bekerja seperti lari jarak pendek. Ini maraton panjang, kita harus siap menghadapi tantangan ke depan dengan kerja keras dan kebersamaan,” pungkasnya.




