WARTA, NUNUKAN – Peringatan Hari Pramuka ke-65 sekaligus Jambore Nasional ke-XII Tahun 2026 di Kabupaten Nunukan menjadi momentum untuk memperkuat peran generasi muda dalam mendukung ketahanan pangan dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Upacara yang digelar di depan Alun-alun Nunukan, Senin (24/8/2026), dipimpin Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Nunukan Raden Iwan Kurniawan sebagai komandan upacara.
Dalam amanat tertulis Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Komjen Pol (Purn) Drs. Budi Waseso, yang dibacakan Pj. Sekda, ditegaskan bahwa peringatan Hari Pramuka tahun ini mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.”
Tema tersebut dinilai menjadi bentuk komitmen Gerakan Pramuka dalam mendukung Asta Cita ke-2 Pemerintah Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional.
Dalam amanatnya, Iwan Kurniawan menyampaikan bahwa swasembada pangan tidak semata-mata berkaitan dengan aktivitas bercocok tanam. Lebih dari itu, isu pangan juga menyangkut pendidikan karakter, penguasaan teknologi, kewirausahaan, hingga kesiapan generasi muda menghadapi berbagai persoalan di lingkungannya.
“Setiap anggota Pramuka tidak hanya memiliki pengalaman, tetapi juga wawasan, keterampilan, kedisiplinan, dan keberanian untuk menghadirkan inovasi sesuai potensi daerah—seperti menanam pangan, mengelola lingkungan, hingga memanfaatkan teknologi tepat guna,” ujarnya mengutip amanat Ketua Kwarnas.
Gerakan Pramuka juga diharapkan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), hingga perubahan iklim menghadirkan tantangan baru yang membutuhkan generasi muda berkarakter kuat dan adaptif.
Karena itu, nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka diminta tidak sekadar menjadi hafalan, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya minta nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka diposisikan sebagai pedoman utama untuk menangkal berbagai ancaman sosial seperti penyalahgunaan narkoba, judi online, hoaks, hingga perundungan,” tegasnya.
Momentum peringatan Hari Pramuka ke-65 juga menjadi ajang apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini berkontribusi dalam pembinaan generasi muda di Kabupaten Nunukan, khususnya para pembina, pelatih, jajaran Mabigus, TNI/Polri, serta orang tua.
Di wilayah perbatasan, peran Gerakan Pramuka dinilai semakin strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya tangguh dan mandiri, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta mampu mengembangkan potensi daerah.
“Melalui Peringatan Hari Pramuka ke-65 ini, Pemkab Nunukan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi demi melahirkan SDM yang berintegritas, mandiri, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (*)




