WARTA, NUNUKAN – Setelah hampir tiga minggu berlangsung, rangkaian pertandingan berbagai cabang olahraga pada KONI Cup 2025 resmi ditutup pada Minggu (30/11) di GOR Dwikora Nunukan. Penutupan dilakukan oleh Bupati Nunukan Irwan Sabri SE yang diwakili Kepala Disbudporapar H. Surai S. Sos.
Acara ini turut dihadiri Forkopimda Nunukan, Ketua KNPI, dan Anggota DPRD Kabupaten Nunukan, menandai berakhirnya kompetisi yang menjadi ajang pembinaan sekaligus seleksi atlet berprestasi.
Dalam sambutan Bupati Irwan Sabri yang dibacakan Kepala Disbudporapar, ia menegaskan bahwa KONI Cup harus menjadi momentum kebangkitan olahraga di Nunukan.
“Selamat kepada para atlet yang berhasil meraih prestasi. Jadikan kemenangan ini sebagai pemicu untuk terus berlatih menghadapi kompetisi yang lebih besar,” ujarnya.
Ia juga berpesan kepada atlet yang belum meraih juara agar tidak berkecil hati. Menurutnya, perjalanan menuju prestasi adalah proses panjang yang membutuhkan kerja keras, disiplin, dan pembinaan berkelanjutan.
“Dalam olahraga tidak ada yang instan. Prestasi lahir dari latihan yang konsisten dan pembinaan yang berjenjang,” tegasnya.
Salah satu hal menarik dalam KONI Cup tahun ini adalah dipertandingkannya cabor yang selama ini kurang mendapat sorotan publik seperti renang, drumband, catur, dan biliar. Bupati mengapresiasi langkah KONI Nunukan yang memperluas ruang kompetisi dan berharap penambahan cabang olahraga bisa terus dilakukan setiap tahun.
Bupati Irwan Sabri juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Disbudporapar dan KONI Nunukan yang telah bekerja hampir satu bulan penuh memastikan kegiatan berjalan lancar.
“Ini bukan pekerjaan mudah. Butuh manajemen, stamina, dan sinergi banyak pihak. Terima kasih atas kerja keras siang dan malam,” pungkasnya.
Ketua KONI Nunukan: Energi Baru untuk Prestasi Baru
Ketua KONI Nunukan, Muhammad Yasin, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada panitia dan seluruh pihak yang mendukung suksesnya penyelenggaraan kompetisi ini, meskipun berada dalam masa transisi kepengurusan.
Dengan mengusung semangat “Energi Baru”, KONI Nunukan berkomitmen melakukan pembenahan dan memperkuat komunikasi dengan seluruh cabang olahraga untuk merumuskan program kerja sesuai visi organisasi:
Profesional, solid, terencana, dan mampu melahirkan prestasi membanggakan dengan sarana olahraga yang modern dan berdaya saing.
Yasin menegaskan pentingnya sinergi KONI dengan pemerintah daerah hingga pusat untuk memaksimalkan potensi atlet Nunukan. Menjelang Porprov Kaltara tahun depan, ia meminta seluruh atlet, pelatih, dan pengurus cabor meningkatkan latihan dan pembinaan secara berkelanjutan.
Acara penutupan ditutup dengan penyerahan piala, medali, dan hadiah bagi para juara—menandai berakhirnya kompetisi sekaligus harapan baru bagi kemajuan olahraga Nunukan.




