WARTA, JAKARTA – Upaya memperkuat ketahanan sosial bangsa dalam menghadapi ancaman narkotika mendapat dukungan luas dari elemen masyarakat. Salah satunya ditunjukkan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) saat melakukan audiensi dengan Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Suyudi Ario Seto, di Kantor BNN RI, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (10/2/2026).
Audiensi dipimpin langsung Ketua Umum PSMTI, Wilianto Tanta, bersama jajaran pengurus pusat. Pertemuan ini menjadi momentum penting mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membuka peluang sinergi strategis dalam mendukung program pemerintah di bidang edukasi publik, pemberdayaan masyarakat, dan pencegahan penyalahgunaan narkotika.
Dalam sambutannya, Suyudi Ario Seto mengapresiasi inisiatif PSMTI yang siap terlibat aktif dalam agenda pemberantasan narkotika. Menurutnya, persoalan narkoba bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi luas dari masyarakat.
“Upaya pencegahan narkotika tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah. Peran aktif organisasi kemasyarakatan seperti PSMTI sangat penting untuk membangun kesadaran publik dan memperkuat ketahanan sosial bangsa,” tegasnya.
Ia menambahkan, kolaborasi antara lembaga negara dan organisasi masyarakat merupakan strategi efektif menciptakan lingkungan yang sehat dan produktif, sekaligus melindungi generasi muda dari ancaman narkotika yang kian kompleks.
Menanggapi hal itu, Wilianto Tanta menegaskan kesiapan PSMTI untuk bersinergi secara konkret dengan BNN RI melalui pendekatan sosial berbasis komunitas.
“PSMTI siap mendukung penuh program BNN RI, khususnya dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika melalui edukasi, pendekatan sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi lintas lembaga adalah kunci menciptakan dampak nyata dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Wilianto, jaringan PSMTI yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia menjadi kekuatan strategis untuk menyampaikan kampanye hidup sehat, memperkuat ketahanan keluarga, serta membangun kesadaran kolektif menjauhi narkoba.
Pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi. Kedua pihak sepakat bahwa perang melawan narkotika tidak cukup bertumpu pada penegakan hukum, tetapi juga memerlukan pendekatan sosial yang terstruktur, masif, dan berkelanjutan melalui peran aktif masyarakat.




