spot_img
More
    spot_img

    Serap Aspirasi Warga, Ketua DPRD Bulungan Tinjau Langsung Pemukiman di Tanah Kuning

    WARTA, TANJUNG SELOR – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bulungan, Riyanto, bersama Wakil Bupati dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, melakukan kunjungan lapangan ke Desa Tanah Kuning, Selasa (10/6). Kunjungan ini difokuskan pada peninjauan kawasan permukiman warga yang berada dalam wilayah pengembangan PT Indonesia Strategis Industri (ISI).

    Langkah ini merupakan respons langsung terhadap aspirasi masyarakat yang menginginkan perluasan wilayah hunian, seiring pesatnya pertumbuhan kawasan industri di daerah tersebut.

    “Kami datang untuk mendengar secara langsung suara masyarakat. Pemerintah daerah berkomitmen memperjuangkan hak-hak warga agar mereka tidak terpinggirkan dalam proses pembangunan kawasan industri,” ujar Riyanto.

    Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau lahan yang diajukan warga untuk pengembangan permukiman baru. Melalui dialog terbuka, masyarakat menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap potensi konflik sosial di masa depan, apabila tata ruang bagi warga lokal tidak segera diatur dengan jelas.

    “Kami akan mencari solusi terbaik dengan mempertimbangkan seluruh aspek—regulasi, sosial, dan lingkungan—secara menyeluruh dan berkeadilan,” tegas Riyanto.

    Masyarakat berharap kunjungan ini dapat menjadi langkah awal bagi sinergi antara pembangunan industri dan perlindungan terhadap hak-hak ruang hidup warga lokal.(RK/ADV)

    Baca Juga:  Tak Ingin Bangun Perbatasan dengan Prinsip "Tiba Masa Tiba Akal", Wabup Nunukan Gandeng Universitas Airlangga ​NUNUKAN – Pembangunan di wilayah perbatasan Indonesia tidak boleh dilakukan secara instan atau tanpa perencanaan matang. Prinsip itulah yang ditegaskan oleh Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, saat menerima audiensi dari rombongan Universitas Airlangga (Unair) di Kantor Bupati Nunukan, Selasa (13/1). ​Dalam diskusi hangat tersebut, Hermanus menekankan bahwa keterlibatan akademisi sangat krusial untuk memastikan setiap kebijakan pembangunan didasarkan pada kajian ilmiah yang kuat, bukan sekadar kebijakan yang muncul mendadak atau "tiba masa tiba akal". ​Diplomasi "Persamaan": Menilik Nunukan dan Tawau ​Salah satu poin menarik yang disampaikan Hermanus adalah cara pandang terhadap hubungan antara Nunukan dan Tawau (Malaysia). Alih-alih menonjolkan perbedaan yang sering memicu konflik, ia mengajak para akademisi untuk melihat dari kacamata persamaan. ​"Bila dilihat dari perbedaannya, maka akan banyak permasalahan yang didapatkan. Namun, jika dilihat dari berbagai kesamaannya—budaya, bahasa, dan sejarah—maka akan lahir kesepakatan dan kerjasama, seperti konsep Sister City," ungkap Hermanus. ​Ia mengakui bahwa ketergantungan ekonomi antara masyarakat Nunukan dan Tawau telah tumbuh secara alami jauh sebelum daerah ini menjadi kabupaten. Oleh karena itu, ia berharap Unair dapat melahirkan rekomendasi kebijakan yang mampu mendorong pemerintah pusat untuk lebih serius mengembangkan ekonomi perbatasan. ​Inovasi di Pulau Sebatik: Dari Teknologi Nelayan hingga "Youth Engagement" ​Menanggapi harapan Pemkab Nunukan, Direktur Airlangga Institute of Indian Ocean Crossroads (AIIOC), Lina Puryanti, memaparkan rencana besar bertajuk Community Development International yang akan dipusatkan di Pulau Sebatik. ​Program ini bukan sekadar riset di atas kertas, melainkan aksi nyata yang melibatkan kemitraan internasional antara Unair, Universitas Borneo Tarakan, dan Universitas Johor (Malaysia). ​Beberapa fokus utama program ini meliputi: ​Modernisasi Perikanan: Transformasi teknologi bagi nelayan (penggunaan GPS, radio, serta fitur safety & security). ​Hilirisasi Produk: Peningkatan pengolahan pangan hasil laut dan optimalisasi budidaya rumput laut bagi UMKM. ​Youth Engagement: Mengajak generasi muda untuk kembali melirik sektor perikanan berbasis teknologi modern (modern fisheries). ​Distribusi Pasar: Pengembangan jaringan pasar agar produk lokal mampu bersaing. ​"Pulau Sebatik adalah wilayah strategis dari sisi kedaulatan sekaligus kesejahteraan. Kami melibatkan 4 Fakultas dan 1 Pascasarjana untuk memetakan masalah dan mencari solusi inovatif bersama nelayan dan pemuda lokal," jelas Lina. ​Kolaborasi Lintas Sektor ​Pertemuan yang dimoderatori oleh Plt. Sekda Nunukan, Raden Iwan Kurniawan, ini berlangsung interaktif dengan kehadiran jajaran pimpinan DPRD Kabupaten Nunukan, para Asisten Setda, hingga kepala OPD terkait. ​Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan sekelas Universitas Airlangga, besar harapan agar wajah perbatasan di Kalimantan Utara tidak lagi hanya menjadi "halaman belakang", melainkan beranda depan yang mandiri secara ekonomi dan kuat secara sosial-budaya.

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU