WARTA, TARAKAN – Keberagaman bukan sekadar realitas sosial di Kalimantan Utara (Kaltara), tetapi menjadi kekuatan penting dalam menjaga persatuan sekaligus mendorong pembangunan daerah.
Pesan itu disampaikan Gubernur Kaltara Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., saat menghadiri Pelantikan Pengurus Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Kaltara Masa Bakti 2026–2030 di Hotel Lotus Panaya, Tarakan, Sabtu (15/8).
Gubernur Zainal menyampaikan selamat kepada seluruh jajaran pengurus PSMTI Kaltara yang baru dikukuhkan. Ia berharap kepengurusan tersebut mampu menjalankan amanah organisasi sekaligus memperkuat kerukunan di tengah masyarakat Kaltara yang majemuk.
Menurutnya, perbedaan suku, agama, dan budaya tidak boleh menjadi sekat dalam kehidupan bermasyarakat. Sebaliknya, keberagaman harus dirawat sebagai modal untuk membangun daerah secara bersama-sama.
“Perbedaan jangan menjadi sekat. Keberagaman justru harus menjadi kekuatan untuk mempererat persatuan,” kata Zainal.
Ia menilai PSMTI memiliki peran strategis dalam membangun kebersamaan, memperkuat semangat gotong royong, serta membuka ruang interaksi dengan berbagai kelompok masyarakat.
PSMTI, lanjutnya, diharapkan tidak hanya menjadi rumah besar bagi keluarga Tionghoa, tetapi juga terus mengambil bagian sebagai bagian integral dari masyarakat Kaltara.
Gubernur juga mengingatkan pengurus yang telah dilantik agar tidak menjadikan kepengurusan baru sebatas agenda organisasi dan kegiatan seremonial. Visi dan misi PSMTI harus diterjemahkan melalui program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Program organisasi harus diwujudkan melalui kegiatan yang konkret, terarah, dan memberi manfaat,” ujarnya.
Pemprov Kaltara, kata Zainal, terbuka untuk membangun sinergi dengan PSMTI maupun organisasi kemasyarakatan lainnya. Kolaborasi lintas kelompok dinilai penting karena pembangunan daerah tidak dapat hanya mengandalkan peran pemerintah.
“Pembangunan daerah tidak mungkin dilaksanakan pemerintah sendiri. Kita membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat. Mari bersama mewujudkan Kaltara yang maju, makmur dan toleran,” pungkasnya.
Pelantikan Pengurus PSMTI Kaltara Masa Bakti 2026–2030 turut dihadiri jajaran Forkopimda Kaltara, tokoh adat, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, serta perwakilan berbagai paguyuban lintas etnis.
Momentum tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa keberagaman di Kaltara bukan penghalang, melainkan kekuatan yang dapat menyatukan seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama membangun daerah.




