WARTA, TANJUNG SELOR – Dinas Perhubungan (Dishub) Kalimantan Utara (Kaltara) optimistis dapat kembali melahirkan pelajar pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (KLLAJ) yang mampu bersaing dan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.
Optimisme tersebut berangkat dari catatan prestasi membanggakan yang pernah diraih Kaltara sebelum pandemi Covid-19, saat wakil daerah berhasil meraih juara pertama nasional pada ajang Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan.
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Kaltara, Desi Witasari, mengatakan prestasi tersebut menjadi motivasi sekaligus bukti bahwa pelajar Kaltara memiliki potensi besar untuk bersaing dengan peserta dari seluruh Indonesia.
“Alhamdulillah sebelum pandemi Covid-19, Kaltara pernah meraih juara nasional pada ajang Pelajar Pelopor. Karena itu, setiap tahun kami terus berupaya mengirimkan peserta terbaik untuk mengikuti seleksi tingkat nasional,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).
Menurut Desi, ajang Pelajar Pelopor tidak hanya menguji kemampuan akademik peserta, tetapi juga kreativitas dan inovasi dalam menciptakan gagasan yang mendukung keselamatan berlalu lintas di lingkungan masyarakat.
Ia menjelaskan, kuota peserta yang mengikuti seleksi nasional ditetapkan oleh pemerintah pusat. Umumnya setiap provinsi memperoleh kesempatan mengirim satu hingga dua peserta terbaik.
Meski demikian, Pemerintah Provinsi Kaltara selama ini memberikan dukungan tambahan agar lebih banyak pelajar mendapatkan pengalaman mengikuti ajang tersebut.
“Biasanya dua peserta ditanggung oleh pemerintah pusat. Namun kami dari provinsi turut memberikan dukungan sehingga bisa mengirim hingga tiga peserta,” katanya.
Saat ini, proses seleksi tingkat kabupaten dan kota masih berlangsung. Masing-masing daerah diminta mengirimkan tiga hingga lima peserta terbaik untuk mengikuti tahapan seleksi di tingkat provinsi.
Berdasarkan informasi yang diterima Dishub Kaltara, Kabupaten Bulungan telah menyelesaikan proses seleksi dan pemilihan peserta. Sementara Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Tana Tidung masih menjalankan tahapan penjaringan calon peserta.
Adapun Kabupaten Malinau dan Kota Tarakan akan mengirimkan berkas, karya tulis, serta inovasi yang dibuat peserta untuk diseleksi oleh tim provinsi.
“Makalah dan inovasi yang disusun peserta akan menjadi salah satu komponen penting dalam penilaian. Dari sana akan terlihat kreativitas dan kepedulian mereka terhadap keselamatan lalu lintas,” jelas Desi.
Sebagai bentuk apresiasi, peserta terbaik pada tingkat provinsi akan memperoleh piala dan uang pembinaan. Para juara inilah yang nantinya dipersiapkan untuk menjadi wakil Kalimantan Utara pada ajang Pelajar Pelopor tingkat nasional.
Dishub Kaltara berharap prestasi yang pernah diraih beberapa tahun lalu dapat kembali terulang. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, pelajar-pelajar Kaltara diyakini mampu menjadi agen perubahan sekaligus duta keselamatan lalu lintas yang menginspirasi generasi muda lainnya.
“Harapan kami tentu bisa kembali mengukir prestasi di tingkat nasional dan menunjukkan bahwa pelajar Kalimantan Utara memiliki kualitas serta inovasi yang mampu bersaing di level nasional,” pungkasnya.




