spot_img
More
    spot_img

    Menuju Eliminasi ATM 2030, Sekprov Kaltara Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor

    WARTA, TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara terus memperkuat langkah menuju target eliminasi AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) pada tahun 2030. Upaya tersebut ditegaskan bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen pembangunan daerah.

    Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, H. Denny Harianto, saat membuka Workshop Petunjuk Teknis Integrasi ATM dan Kebijakan Nasional Terkait ATM Tingkat Provinsi Kaltara di Ballroom Hotel Pangeran Khar, Senin (11/5).

    Dalam sambutannya, Denny menekankan bahwa persoalan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria erat kaitannya dengan kondisi sosial masyarakat, mulai dari kemiskinan, kualitas lingkungan, hunian, hingga ketenagakerjaan.

    “Penanganan ATM tidak bisa dilakukan secara parsial. Ini berkaitan dengan banyak aspek kehidupan masyarakat sehingga membutuhkan kerja bersama lintas sektor,” ujar Denny.

    Ia mengingatkan, keberhasilan eliminasi ATM menjadi salah satu indikator penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan pembangunan sumber daya manusia di Kaltara.

    Karena itu, Denny meminta seluruh perangkat daerah meninggalkan pola kerja sektoral dan mulai memperkuat sinergi antarinstansi. Menurutnya, perencanaan dan pelaksanaan program harus berjalan terintegrasi agar target 2030 dapat tercapai.

    Ia menyebut sejumlah instansi seperti Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, hingga unsur non-pemerintah perlu duduk bersama menyusun strategi terpadu.

    Workshop yang menggandeng Asosiasi Dinas Kesehatan Indonesia (Adinkes) tersebut juga menjadi momentum sinkronisasi kebijakan agar program eliminasi ATM masuk dalam dokumen pembangunan daerah, mulai dari RPJMD, RKPD hingga skema penganggaran tahunan.

    Selain penguatan kebijakan, Pemprov Kaltara turut mendorong keterlibatan dunia usaha dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dalam mendukung edukasi masyarakat serta pembiayaan program kesehatan.

    Baca Juga:  Pansus I DPRD Kaltara Kebut Pembahasan Ranperda Rencana Induk Pariwisata 2024–2033

    Bagi Denny, target tahun 2030 bukan sekadar pencapaian administratif, tetapi bagian dari upaya menyiapkan generasi masa depan yang sehat, produktif, dan mampu bersaing.

    “Kolaborasi dan sinergi harus terus diperkuat demi mewujudkan Kaltara yang sehat, maju, dan memiliki generasi unggul,” pungkasnya.

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU