WARTA, NUNUKAN – Sejumlah isu pendidikan mengemuka dalam konsultasi DPRD Nunukan dengan Dinas Pendidikan Kota Makassar, mulai dari pemerataan guru hingga peran pengawas sekolah dalam mendampingi penerapan pembelajaran mendalam.
Kasi Guru dan Tenaga Kependidikan PAUD dan SD Disdik Makassar, Dr. Abd Azis Karim, mengungkapkan bahwa jumlah pengawas masih terbatas karena belum ada penambahan formasi dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini membuat pendampingan kepada sekolah belum bisa berjalan optimal.
DPRD Nunukan turut menanyakan efektivitas pelatihan guru, dampak metode baru terhadap capaian Rapor Pendidikan, hingga kesiapan satuan pendidikan di Makassar dalam menerapkan pembelajaran mendalam.
Isu lain yang dibahas adalah mekanisme redistribusi guru, mutasi, serta beasiswa pendidikan lanjutan bagi tenaga pendidik. Dr. Azis menjelaskan, beasiswa dikelola oleh BKD, sedangkan Disdik menentukan kriteria dan melakukan verifikasi awal.
Dalam pertemuan itu, DPRD Nunukan meminta rekomendasi sekolah yang telah konsisten menjalankan pembelajaran mendalam. Kunjungan lapangan direncanakan untuk melihat langsung praktik pembelajaran di kelas.
Disdik Makassar menyambut baik rencana kerja sama lanjutan tersebut, termasuk wacana pertukaran guru antar daerah guna meningkatkan pengalaman mengajar.




