spot_img
More
    spot_img

    Kaltara Bebas Desa Sangat Tertinggal, Gubernur Zainal: Desa Kini Jadi Pusat Inovasi

    WARTA, MALINAU – Alun-alun Desa Pulau Sapi berubah menjadi panggung megah yang memadukan tradisi dan visi masa depan. Berlatar rumah adat Dayak yang ikonik, Peringatan Hari Desa Nasional Tingkat Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) 2026 berlangsung meriah sekaligus penuh makna pada Rabu (28/1).

    ​Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, hadir langsung di tengah masyarakat, membawa pesan kuat: Desa bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan mesin utama pembangunan daerah.

    Transformasi Nyata: Dari “Tertinggal” Menuju “Mandiri”

    ​Bukan sekadar seremonial, Gubernur Zainal memaparkan data mengejutkan terkait lompatan drastis kualitas desa di Kaltara dalam lima tahun terakhir:

      • Nol Desa Sangat Tertinggal: Dari ratusan desa di tahun 2021, kini status “Sangat Tertinggal” resmi dihapus dari peta Kaltara.
      • Ledakan Desa Mandiri: Jumlah desa mandiri meroket tajam dari hanya 19 desa (2021) menjadi 77 desa saat ini—termasuk Desa Pulau Sapi yang menjadi tuan rumah.
      • Pengurangan Desa Tertinggal: Angka desa tertinggal menyusut drastis dari 208 menjadi sisa 60 desa saja.

    ​“Capaian ini adalah hasil kerja keras yang terencana dan terukur. Kita ingin desa tampil sebagai pusat pangan sekaligus penjaga kelestarian lingkungan,” tegas Gubernur Zainal.

    Strategi Ekonomi: Stop Jual Bahan Mentah!

    ​Dalam Seminar Nasional yang menjadi rangkaian acara, Gubernur menekankan pentingnya hilirisasi di tingkat desa. Beliau mendorong desa untuk tidak lagi menjual bahan mentah, melainkan mengolah produk unggulan melalui BUM Desa dan koperasi agar memiliki nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi.

    ​Untuk mendukung visi ini, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci. Gubernur secara khusus mengapresiasi dukungan swasta, seperti PT Mitra Bara Adiperdana dan PT PKN, yang turut andil dalam membina manajemen BUM Desa di Kaltara.

    Baca Juga:  THR Cepat Habis? Ikuti Tips Ini Agar Keuangan Lebaran Lebih Tahan Lama!

    Pesan untuk Para Pemimpin Desa

    ​Menutup arahannya, Zainal menitipkan pesan penting bagi para kepala desa yang hadir:

        1. Integritas: Kelola keuangan desa secara transparan dan berorientasi hasil.
        2. Harmoni: Jaga semangat gotong royong dan kondusivitas warga.
        3. Lingkungan: Kelola sumber daya alam secara bijak untuk masa depan.

    Aksi Nyata di Lapangan

    ​Kemeriahan acara ditutup dengan serangkaian aksi simbolis, mulai dari penyerahan bibit tanaman kepada para kepala desa, penanaman pohon sebagai simbol keberlanjutan, hingga peninjauan stan UMKM yang memamerkan kreativitas warga lokal se-Kabupaten Malinau.

    ​Turut hadir sebagai narasumber seminar, Prof. Dr. Ermaya Suradinata dari BPIP, yang memberikan perspektif strategis mengenai manajemen pemerintahan desa dalam bingkai ideologi bangsa.

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU