WARTA, TANA TIDUNG – Pemerintah Kabupaten Tana Tidung memastikan penataan kawasan Pelabuhan Keramat di Tideng Pale dilakukan terlebih dahulu sebelum kebijakan retribusi parkir diberlakukan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Tana Tidung, H. Hadi Aryanto, menegaskan pembenahan lahan parkir dan akses menuju pelabuhan akan menjadi prioritas.
“Nanti akan kami benahi lahan parkirnya terlebih dahulu sebelum diterapkan parkir berbayar di Pelabuhan Keramat,” ujar Hadi, Rabu (11/9).
Selain lahan parkir, DPUPRKP juga akan memperbaiki ruang terbuka dan akses jalan agar masyarakat lebih mudah dan nyaman saat beraktivitas di pelabuhan. “Kami juga akan memperbaiki ruang terbuka dan akses jalannya supaya memudahkan masyarakat,” tambahnya.
Hadi menuturkan, pihaknya akan berkoordinasi kembali dengan Dinas Perhubungan (Dishub), terutama terkait rencana penutupan akses jalan dari Taman Limbu Sedulun menuju kawasan pelabuhan.
Sebelumnya, Kepala Dishub Tana Tidung, Arief Prasetiawan, menjelaskan penutupan akses dari arah taman dilakukan agar pengelolaan parkir lebih optimal. “Akses dari arah taman akan ditutup supaya pengelolaan parkir lebih tertib. Jalan yang selama ini digunakan merupakan bagian dari area pelabuhan,” jelasnya.
Arief menambahkan, koordinasi awal dengan DPUPRKP sudah dilakukan secara lisan dan segera ditindaklanjuti secara resmi.
Dengan langkah penataan ini, pemerintah daerah berharap Pelabuhan Keramat dapat memberikan kenyamanan lebih bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor retribusi parkir.(SF/ADV)




