spot_img
More
    spot_img

    Banjir Nunukan, TRC BPBD Kaltara Siaga, Intensifkan Pemantauan DAS Sembakung

    WARTA, TANJUNG SELOR – Meski genangan banjir di Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan mulai surut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Utara (BPBD Kaltara) menegaskan status siaga masih diberlakukan. Tim Reaksi Cepat (TRC) dipastikan dalam kondisi stand by untuk mengantisipasi potensi banjir susulan.

    Kepala Pelaksana BPBD Kaltara, Andi Amriampa, menyampaikan bahwa pihaknya tidak ingin lengah meski tren debit air menunjukkan penurunan. Cuaca yang masih fluktuatif dan potensi hujan intensitas sedang hingga tinggi membuat kesiapsiagaan harus tetap dijaga.

    “TRC kami siagakan penuh. Jika terjadi peningkatan debit air atau kondisi darurat, tim bisa langsung bergerak ke lokasi terdampak,” tegasnya, Kamis (26/2).

    Banjir sebelumnya dipicu luapan Sungai Sembakung dan Sungai Sedalir akibat tingginya curah hujan, pasang air laut, sedimentasi, serta kiriman air dari wilayah hulu. Di Mansalong, tinggi muka air sempat menembus 10 meter sebelum akhirnya berangsur turun.

    TRC BPBD Kaltara saat ini terus melakukan pemantauan melalui Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops), sekaligus memperkuat koordinasi dengan BPBD Kabupaten Nunukan. Selain kesiapan personel, peralatan evakuasi dan logistik darurat juga dipastikan siap digunakan sewaktu-waktu.

    Sejumlah wilayah seperti Lumbis Hulu, Lumbis Pensiangan, Lumbis Ogong, Lumbis, Sembakung Atulai, dan Sembakung sebelumnya terdampak banjir. Ribuan warga sempat terdampak dan sebagian mengungsi ke posko darurat.

    Kini warga mulai membersihkan rumah dan fasilitas umum dari sisa lumpur. Fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan masyarakat dan kesiapan respons cepat apabila terjadi hujan lebat, terutama pada malam hari.

    Dengan TRC yang tetap stand by, BPBD Kaltara berharap setiap potensi darurat dapat ditangani secara cepat dan terukur, sehingga risiko bagi masyarakat di sepanjang DAS Sembakung dapat diminimalkan.

    Baca Juga:  Arus Deras dari Hulu, BPBD Kaltara Terus Pantau Ketinggian Air Sungai Kayan

    Andi Amriampa juga mengeluarkan himbauan untuk personil Desa Tangguh Bencana (Destana) dan Kampung Siaga Bencana sebagai garda terdepan dalam penanggulangan bencana di lapangan. Agar melakukan kegiatan kesiapsiagaan dan langkah langkah pencegahan dini sebelum timbulnya tanggap darurat.

    Demikian juga Aparat Kecamatan dan Kabupaten Kota terdampak agar melakukan koordinasi lintas sektor dan berjenjang sampai ke Provinsi dan Pemerintah Pusat jika diperlukan.

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU