WARTA, TIDENG PALE – Pemerintah Kabupaten Tana Tidung (KTT) bergerak cepat merespons keluhan masyarakat terkait buruknya kondisi Jalan Poros Bebatu. Akses vital yang menghubungkan Desa Bebatu dan Desa Badan Bikis menuju pusat pemerintahan ini kerap tergenang air (limpasan) dan mengalami kerusakan di sejumlah titik strategis.
Kondisi ini dipicu oleh akumulasi cuaca ekstrem dan faktor teknis di lapangan. Kepala Dinas PUPRPKP Tana Tidung, H. Hadi Aryanto, menjelaskan bahwa tingginya curah hujan yang berbarengan dengan pasang air Sungai Sesayap dan Sungai Supa menjadi pemicu utama air meluap ke badan jalan.
Faktor Penyebab: Alam hingga Aktivitas Industri
Selain faktor alam, penyempitan dan pendangkalan kanal akibat semak belukar turut memperlambat drainase air. Hadi juga menyoroti pengaruh aktivitas industri di sekitar lokasi.
“Selain cuaca, aktivitas panen kayu skala besar di wilayah konsesi PT Adindo Hutani Lestari turut memengaruhi terjadinya limpasan air. Di sisi lain, kendaraan bermuatan over kapasitas juga mempercepat kerusakan konstruksi jalan,” ungkap Hadi Aryanto, Kamis (8/1).
Langkah Taktis: Normalisasi Kanal dan Alat Berat
Sebagai solusi jangka pendek, Tim Preservasi Jalan dan Jembatan Dinas PUPRPKP akan segera menurunkan alat berat ke lokasi. Fokus utamanya adalah memperbaiki titik-titik kerusakan yang dianggap membahayakan pengendara.
Tak bergerak sendiri, Pemkab akan menggandeng sektor swasta. Koordinasi intensif dilakukan bersama PT Adindo Hutani Lestari untuk melakukan normalisasi dan pembersihan kanal jalan agar aliran air kembali lancar dan tidak lagi menggenangi aspal.
Kabar Baik: Kucuran Dana Pusat Rp10 Miliar
Masyarakat Desa Bebatu dan sekitarnya boleh bernapas lega. Hadi membawa kabar segar terkait perbaikan permanen jalan tersebut. Pada tahun anggaran 2026 ini, Tana Tidung dijadwalkan menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Pekerjaan Umum senilai Rp 10 miliar.
“Anggaran ini akan kami fokuskan untuk rekonstruksi Jalan Poros Bebatu. Dengan paduan dana pusat dan skema swakelola tim internal, kami targetkan jalan ini sudah aman dan nyaman digunakan masyarakat, terutama saat memasuki bulan suci Ramadan nanti,” pungkasnya.
Langkah ini diharapkan dapat memulihkan mobilitas ekonomi warga dan memastikan konektivitas antar-wilayah di Sesayap Hilir tidak lagi terhambat oleh masalah infrastruktur.




