WARTA, TANJUNG SELOR – Keberhasilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) meraih dua penghargaan nasional pada ajang Anugerah Adinata Syariah 2026 menjadi penguatan atas arah pembangunan daerah yang mengedepankan kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat. Sejalan dengan itu, Biro Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Utara terus memperkuat koordinasi, sinkronisasi, pemantauan, dan evaluasi program pembangunan agar pengembangan ekonomi syariah mampu memberikan dampak nyata terhadap kemajuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Komitmen tersebut membuahkan hasil dengan diraihnya penghargaan kategori Literasi Ekonomi dan Keuangan Syariah serta The New Emerging Sharia Economic Region pada Anugerah Adinata Syariah 2026 di Jakarta, Minggu (6/7/2026). Penghargaan diterima langsung oleh Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.
Penghargaan diberikan berdasarkan hasil penilaian dewan juri yang terdiri atas para pakar dari berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, akademisi, industri keuangan syariah, media, hingga Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). Capaian tersebut mencerminkan keberhasilan Kalimantan Utara dalam membangun sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan syariah, akademisi, dan para pemangku kepentingan lainnya.
Berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah, di antaranya melalui pendampingan UMKM, fasilitasi sertifikasi halal, peningkatan literasi ekonomi dan keuangan syariah, perluasan akses pembiayaan, serta pengembangan pemasaran produk lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Direktur KNEKS, Sholahudin Al Aiyub, menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan ekonomi syariah di daerah sangat ditentukan oleh kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan akademisi. Menurutnya, dukungan regulasi dari pemerintah pusat juga menjadi fondasi penting bagi pemerintah daerah dalam memperluas program pemberdayaan ekonomi berbasis syariah.
Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Utara, Saiful Bachry, S.E., M.H., mengatakan capaian tersebut merupakan bukti bahwa pembangunan daerah akan menghasilkan manfaat yang lebih luas apabila seluruh perangkat daerah mampu bergerak secara terintegrasi dalam satu arah kebijakan pembangunan.
“Penghargaan ini bukan sekadar prestasi, tetapi menjadi indikator bahwa sinergi pembangunan daerah berjalan dengan baik. Pengembangan ekonomi syariah merupakan bagian dari pembangunan ekonomi yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Karena itu, Biro Administrasi Pembangunan akan terus memastikan setiap program strategis tersinkronisasi mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Saiful, Rabu (8/7/2026).
Ia menjelaskan, sesuai tugas dan fungsinya, Biro Administrasi Pembangunan memiliki peran dalam mengoordinasikan pelaksanaan pembangunan, melakukan pemantauan dan evaluasi program prioritas, serta mendorong keterpaduan kebijakan antarperangkat daerah. Peran tersebut menjadi penting untuk memastikan berbagai program penguatan UMKM berbasis ekonomi syariah berjalan efektif, tepat sasaran, dan mendukung pencapaian sasaran pembangunan daerah.
“Ke depan kami akan terus mengawal sinkronisasi program-program strategis, termasuk pengembangan UMKM, peningkatan sertifikasi halal, penguatan akses pembiayaan syariah, hingga perluasan pasar produk lokal. Dengan koordinasi yang semakin solid, kami optimistis UMKM Kalimantan Utara akan semakin berdaya saing dan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif serta berkelanjutan,” tambahnya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus memperkuat ekosistem ekonomi syariah dan memperluas kolaborasi antarpemangku kepentingan. Dengan demikian, semakin banyak UMKM di Bumi Benuanta yang mampu naik kelas, menjadi bagian dari rantai pasok industri halal nasional, sekaligus memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.




