spot_img
More
    spot_img

    Dinkes Kaltara Perkuat Deteksi Dini untuk Kendalikan Penyakit Menular

    WARTA, TANJUNG SELOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Utara (Kaltara) terus memperkuat langkah pencegahan dan penanganan penyakit yang dinilai berpotensi mengancam kesehatan masyarakat. Fokus utama diarahkan pada penyakit menular seperti campak, DBD, TB, AIDS, hingga malaria, sekaligus penyakit tidak menular yang membutuhkan perhatian berkelanjutan.

    Kepala Dinkes Kaltara, Usman, menyebutkan saat ini pihaknya tengah mengantisipasi lonjakan kasus campak yang berpotensi menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB). Tim kesehatan bahkan disiapkan untuk turun langsung ke wilayah Malinau setelah adanya laporan kasus di daerah perbatasan.

    “Sekarang kita fokus pada kasus campak. Beberapa kasus di Kaltara berpotensi menjadi KLB sehingga perlu penanganan cepat,” ujar Usman, Selasa (2/9/2025).

    Selain campak, ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) juga menjadi perhatian serius seiring perubahan cuaca. Dinkes mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan pola hidup sehat melalui gerakan 3M: menguras, menutup, dan mendaur ulang.

    Tak hanya penyakit menular berbasis lingkungan, Dinkes Kaltara juga menyoroti AIDS, Tuberkulosis (TB), dan malaria. Menurut Usman, pencatatan kasus AIDS sudah lebih baik sehingga tren penularannya dapat dipantau dengan jelas.

    “TB menjadi prioritas pemerintah pusat, bahkan masuk dalam Asta Cita Presiden. Karena itu, skrining dan deteksi dini harus diperkuat,” jelasnya.

    Sebagai langkah konkret, Dinkes Kaltara menggelar pelatihan tenaga kesehatan dan melengkapi fasilitas kesehatan untuk mendeteksi TB sejak dini. Ia menegaskan, TB bisa disembuhkan meski membutuhkan pengobatan jangka panjang sekitar enam bulan.

    “TB bukan penyakit kutukan. Stigma ini harus kita lawan agar masyarakat mau memeriksakan diri lebih awal,” tegas Usman.

    Dengan berbagai upaya tersebut, Pemprov Kaltara menargetkan penurunan angka kasus penyakit menular sekaligus peningkatan kesadaran masyarakat untuk melakukan pencegahan sejak dini.

    Baca Juga:  Ketua DPRD Kaltara Luruskan Isu Anggaran Rp185 M : “Kami Tak Pernah Menyebut Angka Itu”

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU