WARTA, TANJUNG SELOR – Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) di Tanah Kuning–Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, digadang-gadang menjadi lokomotif ekonomi baru di Kalimantan Utara.
Namun, serapan tenaga kerja lokal oleh PT Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI) masih menuai sorotan.
Manager Operasional PT KIPI, Jamal, mengungkapkan pihaknya telah berupaya membuka kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar. Meski begitu, ia mengakui masih ada keterbatasan yang perlu dievaluasi.
“Kalau dibilang tidak ada manfaatnya, tentu tidak benar. Kami tetap memberi manfaat. Tapi kalau ada kekurangan, itu betul, dan menjadi bahan evaluasi kami ke depan,” kata Jamal.
Menurut data perusahaan, tenaga kerja di KIHI terbagi dalam beberapa ring. Untuk ring 1 (Desa Mangkupadi dan Tanah Kuning) tercatat 1.053 pekerja, di lingkup Kalimantan Utara 2.584 pekerja, sedangkan pekerja dari luar Kaltara mencapai 917 orang.
Selain itu, keberadaan proyek juga disebut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. “Kawasan yang dulunya sepi, kini lebih ramai dengan usaha kecil. Data kami mencatat ada 170 unit usaha tumbuh. Misalnya di Pendada, Desa Mangkupadi, tahun 2022 hanya ada dua usaha, sekarang sudah 156 unit,” ungkap Jamal.
Meski demikian, Ketua Komisi I DPRD Bulungan, Rozanah Bin Serang, menilai klaim perusahaan tersebut perlu dibuktikan di lapangan.
“Saya pernah kerja sama dengan PT KIPI. Waktu itu, yang saya lihat justru banyak orang luar. Sekarang memang disebut ada klasifikasi ring 1 sampai ring 3. Tetapi, kami perlu memastikan apakah benar tenaga kerja lokal lebih banyak dibanding pekerja dari luar,” tegasnya.
Rozanah menambahkan DPRD memiliki kewajiban melakukan fungsi pengawasan. “Kami akan berkolaborasi dan berkoordinasi melakukan sidak, untuk memastikan data yang diberikan KIPI sesuai dengan kondisi nyata,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Disnakertrans Bulungan, Hasanuddin, menekankan bahwa isu tenaga kerja lokal tidak hanya dilihat dari kuantitas, tetapi juga kualitas sumber daya manusia (SDM).




