spot_img
More
    spot_img

    Cegah Banjir Tahunan, DPRD Nunukan Gagas Pembangunan 7 Pintu Air di Sembakung

    WARTA, NUNUKAN – Menghadapi ancaman banjir yang terus berulang, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nunukan mulai merancang solusi jangka panjang. Anggota DPRD Dapil IV, Said Hasan, mengusulkan pembangunan sistem pintu air di titik-titik krusial Kecamatan Sembakung guna membendung luapan sungai ke pemukiman warga.

    Gagasan ini muncul setelah dilakukan diskusi mendalam dan evaluasi lapangan di Pos Pelayanan Darurat Kantor Camat Sembakung pada Sabtu (10/1). Diskusi tersebut melibatkan lintas sektor, mulai dari BPBD Nunukan, pemerintah kecamatan, hingga relawan KSB dan Tagana.

    Strategi Penyekatan Anak Sungai

    Berdasarkan hasil pemetaan, salah satu penyebab utama lamanya banjir surut adalah masuknya debit air Sungai Sembakung melalui saluran anak-anak sungai yang langsung menuju daratan.

    “Solusi teknis yang kami tawarkan adalah pembangunan pintu air pada saluran sungai kecil tersebut. Pintu ini akan berfungsi sebagai pengendali otomatis,” jelas Said Hasan.

    Mekanisme Kerja Pintu Air:

    • Saat Siaga (Level 4 Meter): Pintu akan ditutup rapat ketika permukaan Sungai Sembakung mencapai titik kritis, sehingga air tidak meluber ke pemukiman melalui jalur anak sungai.

    • Saat Kondisi Normal: Pintu akan dibuka kembali untuk menjaga sirkulasi air alami dan drainase lingkungan.

    Tujuh Titik Strategis Telah Dipetakan

    Selama dua hari penyisiran lapangan, tim gabungan telah mengidentifikasi tujuh lokasi strategis yang menjadi pintu masuk air ke daratan. Petugas telah mengamankan titik koordinat serta data pendukung lainnya sebagai dasar perencanaan teknis.

    Estimasi anggaran untuk satu unit pintu air diprediksi mulai dari Rp300 juta, menyesuaikan dengan lebar bentang anak sungai. Desain yang diusulkan mengadopsi model pintu irigasi persawahan yang dinilai efektif dan mudah dalam perawatan.

    Mendorong Prioritas APBD dan APBN

    Pemerintah Kecamatan Sembakung berharap usulan ini tidak hanya berhenti di atas meja diskusi. Dukungan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait sangat diharapkan agar proyek ini masuk dalam skala prioritas, baik melalui pendanaan APBD Kabupaten maupun bantuan APBN pusat.

    Baca Juga:  KPK Sita Logam Mulia dan Uang Rp6 Miliar dalam OTT Pejabat Pajak

    “Pintu air ini adalah benteng pertama kita. Saat air sungai naik, aliran harus ditahan agar langsung menuju hilir, bukan masuk ke rumah warga. Kami harap langkah nyata ini segera terealisasi demi keselamatan masyarakat,” tegas Said Hasan.

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU