spot_img
More
    spot_img

    Bukan Sekadar Seremoni! Job Fair Kaltara Jadi Strategi Nyata “Jemput Bola” Tenaga Kerja Lokal

    WARTA, ​TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) membuktikan komitmennya dalam memerangi angka pengangguran. Melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), kesuksesan Job Fair Kaltara 2025 menjadi bukti nyata bahwa putra-putri daerah adalah prioritas utama untuk mengisi roda ekonomi di Bumi Benuanta.

    ​Plt. Kepala Disnakertrans Kaltara, H. Asnawi, S.Sos., M.Si, menegaskan bahwa agenda ini dirancang sebagai wadah inklusif yang mempertemukan langsung kebutuhan industri dengan potensi lokal.

    Fakta Menarik Job Fair Kaltara

    ​Berikut adalah rangkuman keberhasilan yang dicapai dalam gelaran tersebut:

      • Ratusan Peluang Kerja: Tersedia 787 lowongan dari 28 perusahaan ternama di seluruh Kaltara.
      • Interaksi Langsung: Bukan sekadar kirim berkas, pelamar bisa melakukan walk-in interview untuk menunjukkan kompetensi mereka di tempat.
      • Antusiasme Tinggi: Tercatat 352 pencari kerja lokal hadir langsung di lokasi acara (Gedung Wanita), belum termasuk ribuan pelamar via jalur online.
      • Transparansi Rekrutmen: Proses dipantau ketat mulai dari pendaftaran hingga verifikasi kartu pencari kerja (AK1).

    ​”Kami pastikan ini bukan agenda formalitas. Kami tidak ingin warga Kaltara hanya menjadi penonton, tapi harus menjadi pelaku dan penggerak ekonomi di daerahnya sendiri,” tegas Asnawi, Selasa (13/1).

    Peluang Masih Terbuka Lebar

    ​Satu fakta menarik yang diungkapkan Asnawi adalah jumlah lowongan yang tersedia (787 kursi) ternyata masih jauh lebih besar dibanding jumlah pelamar yang datang langsung. Ini menunjukkan bahwa potensi penyerapan tenaga kerja di Kaltara sangat masif dan perusahaan-perusahaan di Kaltara sangat membutuhkan tenaga kerja lokal.

    Langkah ke Depan: Lebih Besar & Lebih Luas

    ​Keberhasilan tahun lalu menjadi batu loncatan bagi Pemprov Kaltara. Kedepannya, Disnakertrans berkomitmen untuk:

        1. Menggandeng lebih banyak perusahaan berskala besar maupun menengah.
        2. Memperkuat sistem daring untuk menjangkau pencari kerja di pelosok Kaltara.
        3. Sinkronisasi kompetensi agar tenaga kerja lokal memiliki skill yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini.
    Baca Juga:  THR Cepat Habis? Ikuti Tips Ini Agar Keuangan Lebaran Lebih Tahan Lama!

    ​Dengan strategi “jemput bola” seperti ini, diharapkan angka pengangguran di Kaltara terus menurun dan kesejahteraan masyarakat lokal semakin meningkat.

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU