WARTA, NUNUKAN — Upaya membangun kesadaran kebencanaan sejak dini terus digencarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan. Kali ini, tim Rescue BPBD menyambangi SMPN 1 Nunukan Selatan untuk memberikan edukasi dan simulasi mitigasi bencana, khususnya gempa bumi, Rabu (5/11/25).
Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh sekitar 200 siswa dan dewan guru. Hadir langsung Kasubid Penyelamatan BPBD Nunukan, Hasanuddin, A.Md., yang turut membuka kegiatan dan memberikan arahan penting tentang kesiapsiagaan di lingkungan sekolah.
Dalam sesi utama, Muh. Fazwan, anggota tim Rescue BPBD, menjadi narasumber yang memaparkan langkah-langkah penyelamatan diri ketika terjadi gempa bumi — mulai dari cara berlindung di tempat aman, hingga proses evakuasi menuju titik kumpul.
Tak hanya teori, para siswa juga diajak melakukan simulasi langsung. Mereka berlatih menghadapi situasi darurat layaknya kejadian nyata: menyelamatkan diri saat guncangan terjadi, membantu teman, hingga berkoordinasi dengan petugas penyelamat.
Hasanuddin menegaskan pentingnya kegiatan edukasi semacam ini dilakukan secara berkelanjutan di sekolah-sekolah.
“Edukasi sejak dini sangat penting agar anak-anak kita siap dan tidak panik saat menghadapi bencana. Dengan memahami langkah mitigasi, mereka bisa menjadi pelopor keselamatan di lingkungannya masing-masing,” ujarnya.
Melalui program ini, BPBD Kabupaten Nunukan berharap pelajar dapat menjadi generasi yang tanggap, sigap, dan peduli terhadap bencana, sekaligus menjadi agen perubahan dalam membangun budaya sadar bencana di wilayah perbatasan.




