WARTA, TANJUNG SELOR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Utara terus memperkuat koordinasi lintas instansi menyusul gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Laut Sulawesi dan memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Utara.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kaltara, Rony Haryanto, mewakili Kepala Pelaksana BPBD Kaltara Andi Amriampa, mengatakan hingga saat ini pihaknya terus melakukan pemantauan dan koordinasi intensif dengan pemerintah kabupaten/kota serta berbagai lembaga terkait guna mengantisipasi segala kemungkinan yang dapat terjadi.
“Koordinasi terus kami lakukan dengan BPBD kabupaten/kota, BMKG, Basarnas, TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya. Kami memastikan seluruh informasi yang berkembang dapat segera ditindaklanjuti di lapangan,” kata Rony.
Menurutnya, langkah antisipasi telah disiapkan sejak dini, termasuk kesiapan jalur evakuasi dan upaya penyebarluasan informasi kepada masyarakat yang berada di kawasan pesisir.
“Apabila terjadi peningkatan status atau ada arahan lebih lanjut dari BMKG, mekanisme evakuasi sudah disiapkan. Yang terpenting saat ini masyarakat tetap tenang, namun waspada dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah,” ujarnya.
Rony menjelaskan bahwa aktivitas kegempaan masih terus terjadi pascagempa utama. BMKG bahkan mencatat adanya gempa susulan dengan magnitudo cukup besar. Kondisi ini membuat BPBD terus meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan situasi di wilayah perairan Sulawesi dan Kalimantan.
Selain itu, Kalimantan Utara juga memiliki karakteristik geologi yang perlu menjadi perhatian. Wilayah ini berada di kawasan yang dipengaruhi sejumlah patahan aktif dan berdekatan dengan jalur aktivitas tektonik di bagian utara Indonesia.
“Gempa susulan masih terjadi dan kita harus tetap waspada. Apalagi Kaltara berada di wilayah yang memiliki struktur patahan aktif dan berdekatan dengan kawasan aktivitas geologi yang perlu terus dimonitor. Karena itu koordinasi dan kesiapsiagaan menjadi hal yang sangat penting,” jelasnya.
Berdasarkan informasi BMKG, wilayah Kalimantan Utara yang masuk kategori waspada meliputi Kabupaten Bulungan, Kabupaten Nunukan, dan Kota Tarakan. Masyarakat diimbau menjauhi kawasan pantai, tidak beraktivitas di pesisir maupun tepian sungai, serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Hingga berita ini diturunkan, BPBD Kaltara memastikan situasi masih terkendali dan terus melakukan pemantauan perkembangan kondisi di lapangan bersama seluruh pihak terkait.




