WARTA, TANJUNG SELOR — Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) bersiap menyambut momen istimewa. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13, pemerintah provinsi akan kembali menggelar Benuanta Fest 2K25, sebuah festival tahunan yang memadukan kemeriahan budaya, ekonomi kreatif, dan hiburan rakyat.
Ajang bergengsi ini akan berlangsung 1–15 November 2025 di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, dengan rangkaian kegiatan yang menjanjikan pengalaman penuh warna bagi warga maupun wisatawan.
Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H., M.Hum, menegaskan bahwa Benuanta Fest bukan sekadar pesta rakyat, melainkan wadah besar untuk menampilkan potensi daerah secara menyeluruh.
“Benuanta Fest adalah momentum untuk memperkenalkan kekayaan budaya, ekonomi, dan kearifan lokal. Kami ingin masyarakat terlibat aktif, karena ini milik bersama — simbol semangat inklusif dan kebhinekaan yang menjadi jati diri Kaltara,” ujar Gubernur Zainal dalam konferensi pers, Kamis (16/10/2025).
Parade Budaya hingga Balap Perahu di Sungai Kayan
Festival ini akan dibuka meriah lewat Folk Carnival pada 1 November, menampilkan parade pelajar, tokoh masyarakat, OPD, dan kendaraan hias yang akan melintas dari Pelabuhan VIP Tanjung Selor hingga Kantor PMK. Parade ini diharapkan menjadi simbol kebangkitan budaya lokal di era modern.
Tak kalah menarik, ajang Fastest on Kayan River kembali digelar di tepian Sungai Kayan. Lomba ini mempertemukan para jagoan dayung dari berbagai penjuru Kaltara — menampilkan kekuatan, sportivitas, dan hubungan erat masyarakat dengan sungai yang menjadi denyut kehidupan sehari-hari.
Pusat Kegiatan di Kebun Raya Bundayati
Pusat kegiatan Benuanta Fest 2K25 akan berlokasi di Kebun Raya Bundayati, yang akan disulap menjadi kawasan wisata budaya terbuka.
Di sini, pengunjung dapat menikmati Fair Expo (8–15 November) yang menampilkan produk unggulan daerah, potensi UMKM, hingga pameran capaian pembangunan dari lima kabupaten/kota di Kaltara.
Selain itu, pada 14 November, panggung utama akan berubah menjadi catwalk megah dalam acara Fashion Show Benuanta, yang menampilkan karya desainer lokal dengan inspirasi kain tradisional dan sentuhan modern. Busana-busana ini akan menjadi cerminan harmoni antara warisan budaya dan kreativitas masa kini.
Ragam Kuliner dan Etnis Nusantara di Satu Panggung
Selama dua pekan pelaksanaan, pengunjung juga akan dimanjakan dengan aneka kuliner khas Kalimantan Utara — mulai dari hidangan suku Dayak, Tidung, Bugis, hingga Banjar.
Tak hanya itu, 25 etnis yang mendiami Kaltara akan menampilkan kesenian tradisional mereka secara bergiliran setiap hari. Tari-tarian, musik, dan permainan rakyat akan menghidupkan suasana, menjadikan Benuanta Fest sebagai miniatur keberagaman budaya Indonesia di utara Borneo.
“Kami ingin Tanjung Selor dikenal bukan hanya sebagai ibu kota provinsi, tapi juga sebagai pusat kegiatan budaya dan ekonomi kreatif,” tegas Gubernur Zainal.
Dengan semangat kolaborasi lintas sektor, Benuanta Fest 2K25 siap menjadi katalisator pengembangan pariwisata, pelestarian budaya, dan penggerak ekonomi lokal.
Tanjung Selor bersiap bersinar — karena Benuanta Fest bukan sekadar festival, tapi cerminan kebanggaan dan identitas Kalimantan Utara.




