WARTA, TANJUNG SELOR – Tantangan besar menanti pembangunan wilayah perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara) pada tahun 2026. Di tengah proyeksi keterbatasan anggaran, Pemerintah Provinsi Kaltara menegaskan tidak akan mengendurkan pembangunan, namun akan lebih selektif dengan strategi “Tiga Pilar”: Prioritas, Efisiensi, dan Kemitraan.
Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Kaltara, Sapi’i, mengungkapkan bahwa tahun 2026 akan menjadi momentum untuk bekerja lebih cerdas. Fokus utama akan dikunci pada konektivitas dasar dan pelayanan publik minimum yang berdampak langsung pada masyarakat di garda terdepan NKRI.
“Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan satu sumber dana. Karena itu, pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal dan integrasi program lintas pemerintah harus diperkuat. Kami juga terus mendorong pendanaan alternatif,” jelas Sapi’i pada Selasa (23/12/2025).
Dengan strategi ini, Pemprov Kaltara optimistis wilayah perbatasan tetap bisa berkembang melalui sinergi investasi swasta dan dukungan pemerintah pusat, sehingga keterbatasan APBD tidak menjadi penghalang kemajuan ekonomi warga perbatasan.




