spot_img
More
    spot_img

    Dinkes Kaltara Genjot Penurunan Stunting Lewat Kolaborasi dan Aksi Nyata di Lapangan

    WARTA, TANJUNG SELOR — Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus memperkuat langkah konkret dalam upaya menurunkan angka stunting di seluruh kabupaten dan kota. Target nasional untuk mencapai prevalensi stunting 14 persen pada 2024 memang belum sepenuhnya tercapai, namun Dinkes Kaltara menegaskan komitmennya untuk mempercepat capaian tersebut hingga mencapai nol persen pada tahun 2030.

    Kepala Dinas Kesehatan Kaltara, Usman, menegaskan bahwa kerja sama lintas sektor menjadi kunci utama dalam menurunkan angka stunting. Ia menyebut, saat ini Pemprov Kaltara bersama pemerintah kabupaten/kota tengah mengoptimalkan intervensi sensitif dan spesifik, mulai dari perbaikan gizi, kesehatan ibu dan anak, hingga penguatan data by name by address di lapangan.

    “Penanganan stunting bukan hanya urusan kesehatan. Ini tentang bagaimana kita memastikan anak-anak mendapatkan gizi yang baik, air bersih, lingkungan yang sehat, serta dukungan keluarga dan masyarakat,” jelas Usman.

    Menurutnya, beberapa daerah di Kaltara telah menunjukkan capaian positif dengan penurunan signifikan angka stunting selama dua tahun terakhir. Capaian tersebut tidak lepas dari sinergi antara Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, BKKBN, serta perangkat desa melalui program Gerakan Cegah Stunting dari Kampung.

    “Kami belajar dari pengalaman sebelumnya. Tahun 2022 Kaltara berhasil menekan angka stunting hingga 5,4 persen. Itu menjadi bukti bahwa kolaborasi efektif mampu menghasilkan perubahan nyata,” ungkapnya.

    Untuk tahun ini, Dinkes Kaltara juga memperkuat program home visit dan posyandu aktif, termasuk pemantauan tumbuh kembang anak dengan teknologi digital yang terintegrasi dengan sistem informasi gizi nasional.

    Usman menambahkan, setiap kabupaten dan kota kini telah menandatangani komitmen bersama untuk mempercepat penurunan stunting. Dinkes Kaltara juga secara rutin melakukan evaluasi lapangan guna memastikan intervensi berjalan tepat sasaran.

    Baca Juga:  Pemerintah Naikkan Iuran BPJS Kesehatan Mulai 2026

    “Kami tidak ingin hanya berhenti di program seremonial. Yang terpenting adalah dampak nyata — angka stunting turun dan anak-anak Kaltara tumbuh sehat, cerdas, dan kuat,” ujarnya.

    Dinkes Kaltara optimistis melalui kerja keras, kerja cerdas, dan kerja kolaboratif, Kaltara dapat mempertahankan reputasi sebagai salah satu provinsi dengan penurunan stunting tercepat di Indonesia.

    “Ini bukan sekadar capaian angka, tetapi tentang masa depan generasi Kaltara,” tutup Usman.

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU