WARTA, TANJUNG SELOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) tidak hanya menyoroti kebersihan dapur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi juga menekankan pentingnya kondisi kesehatan petugas yang menyiapkan makanan bagi siswa.
Kepala Dinkes Kaltara, Dr. Usman, MPH, mengatakan bahwa petugas dapur merupakan bagian penting dari rantai penyediaan makanan sehat. Oleh karena itu, mereka harus dalam kondisi sehat dan memahami prinsip higienitas pribadi.
“Petugas dapur juga harus sehat dan menjaga kebersihan diri. Ini penting untuk mencegah kontaminasi makanan yang bisa berdampak pada kesehatan anak-anak,” ujarnya.
Menurutnya, pengawasan terhadap petugas dapur dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan lingkungan dapur dan peralatan masak. Dinkes juga akan berkoordinasi dengan dinas kesehatan di tingkat kabupaten/kota untuk melakukan pemeriksaan rutin.
“Kami imbau agar dilakukan skrining kesehatan berkala bagi petugas dapur, termasuk pemeriksaan kebersihan tangan dan kuku, serta penggunaan alat pelindung diri saat bekerja,” jelas Usman.
Langkah ini merupakan upaya pencegahan agar tidak terjadi kasus penyakit yang bersumber dari makanan (foodborne disease).
Dinkes Kaltara juga memastikan, meskipun program MBG akan dikelola Badan Gizi Nasional (BGN), fungsi pengawasan kesehatan lingkungan tetap menjadi tanggung jawab Dinkes.
“Kami tetap mengawal dari sisi kesehatan dan keamanan pangan, agar program MBG berjalan aman, sehat, dan berkelanjutan,” tutup Usman.




