WARTA, TANJUNG SELOR – Persoalan abrasi dan buruknya sistem drainase di kawasan Buluh Perindu kembali menjadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulungan. Anggota DPRD Bulungan, Mansyah, menegaskan pentingnya langkah cepat pemerintah daerah untuk mengatasi masalah tersebut.
Ia menilai, pembangunan siring atau turap di muara Sungai Terusan yang mengarah ke Jembatan Buluh Perindu sudah sangat mendesak. Kondisi abrasi yang semakin parah bahkan dikhawatirkan mengancam keberadaan makam tua di sekitar lokasi.
“Berdasarkan informasi dari tokoh masyarakat, jarak makam dengan bibir sungai kini tinggal sekitar 15 meter saja. Jika tidak segera ditangani, abrasi bisa merusak situs tersebut,” ungkap Mansyah, Selasa (26/8).
Selain ancaman abrasi, ia juga menyoroti persoalan drainase yang sejak lama dikeluhkan warga. Saluran air yang seharusnya mengalir lancar justru terhambat karena tertutup pondasi jembatan. Kondisi itu membuat air tergenang dan menyebabkan banyak tanaman buah serta sayuran milik warga mati.
Mansyah berharap, pemerintah daerah dapat memprioritaskan pembangunan siring serta pembukaan kembali saluran pembuangan melalui anggaran perubahan tahun ini.
“Selain untuk mengendalikan abrasi, ini juga penting demi menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kami mendorong Pemda agar tidak menunda lagi, karena kebutuhan ini sangat mendesak,” tegasnya.




