WARTA, NUNUKAN – Program bantuan seragam sekolah gratis di Kabupaten Nunukan yang telah dinanti-nanti akhirnya akan mulai didistribusikan pada Agustus 2025. Namun, keterlambatan distribusi menuai pertanyaan dari masyarakat, terutama para orang tua yang berharap seragam bisa dibagikan sejak awal tahun ajaran.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, Akhmad, menjelaskan bahwa distribusi yang semula dijadwalkan lebih awal harus ditunda karena proses verifikasi data siswa dan pengukuran ukuran seragam memerlukan waktu lebih lama dari yang diperkirakan.
“Kami tidak bisa gegabah. Kalau ukurannya tidak sesuai, seragam tidak bisa dipakai anak-anak. Jadi kami pastikan dulu semua data dan ukuran benar,” ungkapnya saat diwawancara, Senin (5/8/2025).
Masalah Data, Ukuran, dan Prosedur
Dinas Pendidikan sempat berencana menggunakan data lulusan PAUD/TK dan SD untuk mendistribusikan seragam ke jenjang berikutnya. Namun, pendekatan itu dibatalkan karena siswa yang lulus belum tentu melanjutkan ke sekolah yang sama. Data akhirnya diambil dari hasil Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang baru rampung pertengahan Juli.
“Data dari sekolah harus diolah, diverifikasi, lalu dikirim oleh UPTD ke dinas. Belum lagi pendataan ukuran—S, M, L, XL—dan model seragam seperti lengan panjang atau pendek,” tambahnya.
Bertahap dan Menyeluruh
Distribusi direncanakan berlangsung secara bertahap mulai Agustus, dengan sekolah-sekolah di wilayah Nunukan sebagai prioritas awal. Proses pembagian akan dilakukan setelah sekolah dinyatakan lengkap dan siap menerima bantuan.
Akhmad memastikan bahwa semua jenjang dan jenis sekolah akan menerima bantuan, termasuk negeri dan swasta, SD, SMP, MI, hingga MTs.“Semua dapat, tidak ada yang dibeda-bedakan. Bahkan madrasah juga kami sertakan,” tegasnya.
Orang Tua Terpaksa Beli Sendiri
Sejumlah orang tua mengaku terpaksa membeli seragam sendiri karena anak mereka sudah masuk sekolah sementara bantuan belum diterima. Menanggapi hal ini, pihak Dinas mengakui bahwa harapan masyarakat tinggi, namun realisasi tidak semudah yang dibayangkan.“Kami memahami itu. Tapi kalau dipaksakan terburu-buru, bisa salah sasaran. Kami ingin bantuan ini tepat dan merata,” jelas Akhmad.
Dinas Minta Kesabaran
Sebagai penutup, Dinas Pendidikan meminta masyarakat untuk tetap bersabar dan mendukung proses yang sedang berjalan. Mereka optimistis bahwa bantuan seragam akan sampai ke tangan siswa sesuai target.“Ini menyangkut anak-anak kita semua. Jadi lebih baik sedikit lambat tapi tepat, daripada cepat tapi salah,” pungkasnya.




