WARTA, TANJUNG SELOR – Memasuki penghujung Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) meminta seluruh perangkat daerah mempercepat pelaksanaan program sekaligus mengevaluasi realisasi anggaran.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara, Dr. Hj. Hasriyani, S.H., M.M., saat memimpin apel gabungan di halaman Kantor Gubernur Kaltara, Senin (28/9/2026).
Menurut Hasriyani, memasuki triwulan IV menjadi momentum bagi setiap organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memastikan seluruh program dan kegiatan berjalan sesuai target. Evaluasi juga diperlukan agar pelaksanaan anggaran tidak menumpuk di penghujung tahun.
“Karena sudah memasuki triwulan IV, perangkat daerah perlu memperhatikan serapan anggaran dan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan anggaran Tahun 2026,” ujar Hasriyani.
Ia meminta OPD mencermati kembali progres setiap kegiatan, termasuk memastikan agenda yang telah direncanakan dapat dilaksanakan secara tepat waktu dan sesuai ketentuan.
Selain menyoroti percepatan anggaran, Hasriyani mengingatkan ASN di lingkungan Pemprov Kaltara untuk konsisten menerapkan nilai dasar ASN BerAKHLAK dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Nilai tersebut mencakup Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.
“ASN harus menerapkan nilai BerAKHLAK dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Investasi Capai Rp14,3 Triliun
Dalam kesempatan yang sama, Hasriyani memaparkan perkembangan investasi di Kaltara. Hingga saat ini, realisasi investasi tercatat sekitar Rp14,3 triliun, atau 46,89 persen dari target investasi nasional sebesar Rp30,5 triliun.
Capaian tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat aktivitas ekonomi sekaligus mendukung pembangunan di Kaltara.
Pemprov Kaltara pun terus mendorong masuknya investasi pada sektor-sektor strategis yang memiliki dampak terhadap perekonomian daerah.
Salah satu perhatian diarahkan pada pengembangan infrastruktur dan konektivitas, termasuk penguatan koridor logistik perkeretaapian di wilayah Kaltara.
Dengan percepatan pelaksanaan program dan optimalisasi investasi, Pemprov Kaltara berharap aktivitas pembangunan dan perekonomian daerah dapat terus bergerak hingga akhir 2026




