Ada tiga program strategis yang tengah didorong, yakni pendirian Institut Agama Islam Negeri (IAIN) pertama di Kalimantan Utara, pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), serta Sekolah Rakyat berpola asrama untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Menurut Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali, pendidikan menjadi salah satu fondasi utama yang harus diperkuat untuk menyiapkan sumber daya manusia Tana Tidung menghadapi tantangan pembangunan ke depan.
Bidik IAIN Pertama di Kaltara
Program yang paling besar adalah rencana menghadirkan IAIN pertama di Kaltara. Pemkab Tana Tidung telah menyiapkan lahan sekitar 20 hektare di kawasan pusat pemerintahan.
Saat ini, proses hibah lahan dan berbagai kelengkapan administrasi masih difinalisasi bersama Kementerian Agama. Pemerintah daerah juga telah membentuk Komite Pendiri untuk mengawal tahapan pendirian perguruan tinggi tersebut.
Pemkab menargetkan proses perkuliahan sudah dapat dimulai pada 2028, meski pembangunan kampus permanen masih membutuhkan waktu.
Untuk tahap awal, kegiatan pembelajaran direncanakan melalui kerja sama dengan Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda.
Sejumlah fasilitas pendidikan di Kecamatan Sesayap Hilir juga disiapkan untuk mendukung masa transisi, termasuk ruang rektorat, ruang perkuliahan dan fasilitas bagi dosen.
“Insya Allah IAIN pertama di Kalimantan Utara akan berdiri di Kabupaten Tana Tidung,” kata Ibrahim.
Sekolah Terintegrasi Disiapkan
Gebrakan kedua menyasar pendidikan dasar dan menengah melalui pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).
Konsepnya dirancang untuk menggabungkan beberapa jenjang pendidikan dalam satu kawasan dengan sistem pengelolaan yang terintegrasi.
Dengan pola tersebut, peserta didik diharapkan dapat melanjutkan pendidikan secara berkesinambungan tanpa harus berpindah ke lokasi berbeda setiap memasuki jenjang baru.
Pemkab Tana Tidung telah menyiapkan lahan sekitar 11,91 hektare di kawasan pusat pemerintahan.
Usulan pembangunan sekolah tersebut telah disampaikan kepada Balai Penjaminan Mutu Pendidikan pada 3 Juni 2026. Saat ini, pemerintah daerah masih menunggu keputusan terkait usulan tersebut.
Sekolah Rakyat Rp316 Miliar
Program ketiga menyentuh langsung kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih, yakni anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Pemkab Tana Tidung mendorong pembangunan Sekolah Rakyat berbasis asrama di kawasan pendidikan pusat pemerintahan dengan lahan sekitar 10,6 hektare.
Rencana tersebut telah memasuki tahap survei lapangan oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Jika berjalan sesuai rencana, pembangunan ditargetkan dimulai pada 2027, dengan estimasi kebutuhan anggaran mencapai Rp316 miliar.
Sekolah rakyat ini tidak hanya diarahkan sebagai tempat memperoleh pendidikan formal. Sistem asrama diharapkan dapat memberikan ruang pembinaan yang lebih menyeluruh, mulai dari pendidikan, karakter, keterampilan hingga pengembangan potensi anak.
Ibrahim menilai investasi di bidang pendidikan merupakan langkah penting untuk memutus keterbatasan kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Dukungan pendidikan, pembentukan karakter dan keterampilan menjadi bagian penting agar anak-anak kita memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
Tiga program tersebut menunjukkan arah pembangunan pendidikan Tana Tidung yang tidak hanya mengejar pembangunan fisik, tetapi juga menyiapkan rantai pendidikan yang lebih lengkap—dari sekolah hingga perguruan tinggi—serta membuka akses bagi kelompok masyarakat yang selama ini paling membutuhkan dukungan.




