WARTA, TARAKAN – Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bagi Pelayaran Rakyat (PELRA) dinilai memiliki dampak langsung terhadap efisiensi distribusi barang di Kalimantan Utara.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara menyadari bahwa biaya BBM menjadi salah satu komponen penting dalam operasional kapal. Ketika bahan bakar dapat diperoleh dengan harga lebih terjangkau, biaya angkutan barang juga berpeluang ikut ditekan.
Analis Kebijakan Bidang Pelayanan Dishub Kaltara, Fredy, mengatakan manfaat BBM subsidi tidak berhenti pada pelaku pelayaran. Efisiensi biaya operasional kapal pada akhirnya dapat berdampak terhadap distribusi kebutuhan masyarakat.
“Dampaknya, BBM akan lebih murah daripada yang mereka ambil di tempat lain, otomatis kan ongkos angkut semakin murah. Seharusnya,” jelas Fredy.
Menurutnya, PELRA memiliki peran penting dalam mendukung pergerakan barang, terutama menuju wilayah yang akses transportasinya masih bergantung pada jalur laut.
Karena itu, kepastian distribusi BBM subsidi menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan agar biaya operasional kapal tidak terlalu tinggi dan arus logistik dapat berjalan lebih efisien.
Dishub Siapkan Mekanisme Distribusi
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Dishub Kaltara tengah memfinalisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) distribusi BBM subsidi di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan.
SOP tersebut akan menjadi pedoman bagi pelaku PELRA dalam melakukan pengisian BBM, termasuk mekanisme pelaporan kapal, alur pengisian, serta langkah keselamatan yang harus dipenuhi.
Dishub menilai kepastian aturan diperlukan agar distribusi BBM dapat berjalan secara tertib sekaligus aman.
Fredy menegaskan, penyusunan SOP bukan bentuk pembatasan terhadap pelaku PELRA. Sebaliknya, aturan tersebut ditujukan untuk mencari titik temu antara kebutuhan BBM subsidi dan aspek keselamatan di kawasan pelabuhan.
“Intinya kami tidak ada mempersulit teman-teman di lapangan. Tetapi kan kita tahu itu adalah pelabuhan ramai. Kita harus hati-hati, apalagi ini berhubungan dengan BBM,” katanya.
Setelah SOP rampung, Dishub Kaltara akan melakukan sosialisasi kepada pihak-pihak terkait agar mekanisme pelaksanaan dipahami secara seragam.
Diharapkan Berimbas pada Harga Barang
Pemerintah daerah berharap ketersediaan BBM subsidi bagi PELRA dapat memberikan efek berantai terhadap perekonomian masyarakat.
Biaya angkut yang lebih rendah berpotensi membuat distribusi barang menjadi lebih efisien. Kondisi tersebut diharapkan ikut membantu menjaga keterjangkauan harga kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah yang mengandalkan transportasi laut.
Persoalan BBM subsidi sebelumnya telah menjadi perhatian pelaku PELRA dan dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRD Kaltara.
Kini, Dishub Kaltara berupaya mempercepat penyelesaian sisi teknis melalui SOP agar kebutuhan distribusi BBM dapat berjalan beriringan dengan aspek keselamatan.
Dengan adanya mekanisme yang jelas, pemerintah berharap pelaku PELRA memperoleh kepastian dalam menjalankan aktivitasnya, sementara masyarakat mendapatkan manfaat melalui distribusi logistik yang lebih lancar dan efisien.




