WARTA, TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) terus memperkuat pembangunan sektor pertanian melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sebanyak 60 putra-putri petani dari wilayah perbatasan resmi diberangkatkan untuk menempuh pendidikan vokasi di Politeknik Samarinda, sebagai bagian dari upaya mencetak generasi muda yang siap mengembangkan pertanian modern di daerah.
Pelepasan calon mahasiswa dilakukan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltara, H. Denny Harianto, S.E., M.M., mewakili Gubernur Kaltara, di Ruang Rapat Kantor Gubernur Kaltara, Rabu (15/7).
Para peserta berasal dari Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Malinau. Mereka merupakan putra-putri terbaik dari berbagai desa perbatasan yang dipersiapkan menjadi tenaga terampil di bidang pertanian, sekaligus motor penggerak pembangunan sektor pangan di Kalimantan Utara.
Dalam sambutannya, Denny menyampaikan bahwa pembangunan pertanian masa depan tidak hanya ditentukan oleh luas lahan atau kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya.
“Pendidikan vokasi menjadi pilihan yang sangat tepat karena mampu membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis yang dibutuhkan dunia kerja dan mendukung transformasi pertanian modern,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Denny juga mengapresiasi talenta generasi muda Kaltara. Ia mengaku terkesan dengan kemampuan vokal Christin Aurella Maukar, calon mahasiswa asal Long Beluah, Kabupaten Bulungan.
“Saya kagum dengan suara adik Christin. Bakat seperti ini menunjukkan anak-anak Kalimantan Utara memiliki potensi luar biasa yang harus terus dikembangkan,” katanya.
Sekda berpesan agar seluruh calon mahasiswa memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya. Selain meningkatkan kompetensi akademik, mereka juga diminta membangun karakter yang disiplin, jujur, bertanggung jawab, dan mampu mengikuti perkembangan teknologi pertanian.
Ia berharap para mahasiswa menguasai berbagai bidang, mulai dari mekanisasi pertanian, teknologi budidaya, pengolahan hasil pertanian, kewirausahaan, hingga penerapan smart farming.
“Setelah lulus nanti, kembalilah ke daerah, dampingi para petani, kembangkan pertanian modern, dan jadilah agen perubahan bagi kemajuan Kalimantan Utara,” pesannya.
Program ini merupakan bentuk komitmen Pemprov Kaltara dalam menyiapkan regenerasi petani yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus mampu meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya di wilayah perbatasan.
Pemprov Kaltara juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kaltara, Politeknik Samarinda, serta perusahaan mitra seperti PT Inhutani, PT Adindo, PT Tanjung Makmur, dan PT Citra Sawit Lestari yang telah berkolaborasi mendukung terlaksananya program pendidikan vokasi tersebut.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor usaha, diharapkan lahir generasi muda pertanian yang kompeten, inovatif, serta mampu memperkuat ketahanan pangan dan mendorong kemajuan ekonomi Kalimantan Utara dari kawasan perbatasan.




