spot_img
More
    spot_img

    Tragedi di Sungai Sembakung, Pasangan Suami Istri Ditemukan Meninggal Setelah Perahu Terbalik

    WARTA, NUNUKAN – Duka menyelimuti warga Kecamatan Sembakung Atulai, Kabupaten Nunukan, setelah pasangan suami istri yang dilaporkan hilang akibat perahu yang mereka tumpangi terbalik di aliran Sungai Sembakung akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

    Korban terakhir, Kuntakan (52), ditemukan oleh tim gabungan pada Jumat (17/7) sekitar pukul 09.00 Wita. Jenazah korban ditemukan sekitar 25 kilometer dari lokasi awal kejadian, mengakhiri operasi pencarian yang telah berlangsung sejak insiden terjadi.

    Sebelumnya, sang istri telah lebih dahulu ditemukan oleh warga pada Kamis sore dalam keadaan meninggal dunia.

    Proses pencarian melibatkan tim gabungan dari BPBD Lumbis, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Lumbis, pemerintah desa di Kecamatan Sembakung Atulai, serta masyarakat yang turut membantu menyisir aliran sungai.

    Setelah kedua korban berhasil ditemukan, jenazah dievakuasi menuju kediaman keluarga di Pulau Keras untuk disemayamkan. Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi pencarian dan penyelamatan resmi dihentikan.

    Peristiwa tragis tersebut juga mendapat perhatian dari Pemerintah Kecamatan Sembakung Atulai. Kepala Seksi Pemerintahan bersama jajaran pemerintah kecamatan mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa dan memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan.

    Pemerintah kecamatan mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sungai, terutama ketika kondisi cuaca tidak menentu dan debit air meningkat.

    “Kami turut berduka cita atas musibah ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, dan peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di perairan,” ujar perwakilan pemerintah kecamatan.

    Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa transportasi sungai di wilayah pedalaman memiliki risiko yang tinggi, terutama saat kondisi arus deras dan cuaca kurang bersahabat. Masyarakat diimbau untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca, memastikan perahu dalam keadaan layak, serta menggunakan perlengkapan keselamatan seperti jaket pelampung guna meminimalkan risiko kecelakaan di perairan.

    Baca Juga:  Benuanta Investment and Economic Summit 2025, Momentum Kebangkitan Ekonomi Kawasan Utara Indonesia

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU