WARTA, TANJUNG SELOR – Momentum Hari Perpustakaan Nasional 2026 dimanfaatkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kalimantan Utara untuk mengampanyekan pentingnya budaya literasi sebagai bekal menghadapi tantangan era digital yang semakin dinamis.
Mengusung tema “Merawat Pustaka, Memartabatkan Bangsa”, DPK Kaltara mengajak masyarakat menjadikan membaca dan belajar sebagai bagian dari gaya hidup guna menciptakan sumber daya manusia yang unggul, kritis, dan berdaya saing.
Kepala DPK Kaltara, Ilham Zain, menegaskan bahwa perpustakaan saat ini telah mengalami transformasi besar. Tidak lagi sekadar tempat menyimpan atau meminjam buku, perpustakaan kini berkembang menjadi pusat pembelajaran, ruang kreativitas, sekaligus wadah kolaborasi masyarakat.
“Perpustakaan modern harus mampu menjadi ruang yang hidup, tempat masyarakat memperoleh pengetahuan, mengembangkan ide, berdiskusi, hingga melahirkan berbagai inovasi,” ujarnya.
Menurut Ilham, derasnya arus informasi di era digital menghadirkan tantangan tersendiri. Kemudahan mengakses informasi harus diimbangi dengan kemampuan literasi yang baik agar masyarakat mampu memilah informasi yang benar, menghindari hoaks, serta memanfaatkan pengetahuan secara produktif.
Karena itu, budaya membaca dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun masyarakat yang adaptif terhadap perubahan dan mampu bersaing di tengah perkembangan teknologi.
“Literasi bukan hanya soal membaca buku, tetapi juga kemampuan memahami, menganalisis, dan menggunakan informasi secara bijak untuk mendukung kehidupan sehari-hari,” katanya.
Sebagai bentuk komitmen memperkuat budaya literasi, DPK Kaltara terus mendorong pengembangan berbagai program literasi di daerah, mulai dari pembinaan komunitas baca, taman bacaan masyarakat, perpustakaan sekolah, hingga layanan perpustakaan keliling yang menjangkau wilayah-wilayah terpencil.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan sekaligus meningkatkan minat baca di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Utara.
Ilham menambahkan, keberadaan ruang-ruang literasi memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga aktif berdiskusi, berkarya, dan berinovasi.
“Literasi yang kuat akan melahirkan generasi yang kreatif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Ini menjadi modal penting dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Melalui peringatan Hari Perpustakaan Nasional tahun ini, DPK Kaltara berharap semangat membaca dan belajar terus tumbuh di tengah masyarakat. Perpustakaan diharapkan menjadi pusat pengetahuan yang mampu menginspirasi lahirnya generasi pembelajar sepanjang hayat.
“Mari jadikan perpustakaan sebagai jendela dunia, komunitas literasi sebagai ruang bertumbuh, dan budaya membaca sebagai fondasi kemajuan Kalimantan Utara serta Indonesia,” pungkasnya.




