WARTA, TANJUNG SELOR – Rencana pembangunan rumah sakit (RS) tipe B di Kalimantan Utara mulai menarik perhatian investor. Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-Perkim) terus menjajaki kerja sama dengan sejumlah pihak swasta untuk merealisasikan proyek strategis di sektor kesehatan tersebut.
Kepala Dinas PUPR-Perkim Kaltara, Helmi, mengungkapkan nilai investasi pembangunan rumah sakit tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp300 miliar. Proyek itu juga menjadi salah satu peluang investasi unggulan yang ditawarkan Pemprov Kaltara kepada calon investor.
“Untuk pembangunan rumah sakit tipe B ini nilai investasinya diperkirakan sekitar Rp300 miliar lebih,” ujar Helmi, Jumat (8/5/2026), dikutip Korankaltara.com.
Menurutnya, minat investor sebenarnya sudah muncul sebelum berbagai forum investasi digelar. Bahkan, sejumlah perusahaan disebut telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi yang disiapkan untuk pembangunan rumah sakit tersebut.
“Beberapa investor sudah ada yang tertarik sebelumnya. Dari pihak Bosowa juga sempat melihat lokasi,” katanya.
Helmi menjelaskan, tingginya minat investor tidak terlepas dari meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan rujukan di Kalimantan Utara. Selain itu, pertumbuhan kawasan permukiman dan geliat ekonomi daerah dinilai menjadi faktor pendukung yang membuat sektor kesehatan di Kaltara memiliki prospek menjanjikan.
“Perkembangan permukiman dan aktivitas ekonomi di Kaltara sekarang cukup pesat, sehingga kebutuhan fasilitas kesehatan juga semakin besar,” jelasnya.
Selain investor dari Sulawesi, Pemprov Kaltara masih terus membuka komunikasi dengan sejumlah pihak lain yang berminat menanamkan modal di sektor layanan kesehatan. Meski begitu, pemerintah belum memastikan jadwal pasti dimulainya pembangunan fisik rumah sakit tersebut.
Saat ini, pembahasan masih difokuskan pada proses teknis dan negosiasi bersama calon investor, termasuk menyangkut kesiapan lahan, nilai investasi, hingga tahapan pembangunan.
“Masih menunggu pembicaraan lanjutan terkait jadwal pembangunan, investasi dan kesiapan lahannya,” ungkap Helmi.
Ia menambahkan, apabila seluruh proses berjalan lancar dan kesepakatan dengan investor tercapai, pekerjaan awal pembangunan berpotensi dimulai pada akhir tahun 2026.
“Kalau semuanya sudah cocok dan siap, kemungkinan akhir tahun ini sudah mulai bergerak,” ucapnya.
Pembangunan RS tipe B tersebut dinilai penting untuk memperkuat layanan kesehatan rujukan di Kalimantan Utara. Selama ini, banyak pasien dari berbagai daerah di Kaltara masih harus dirujuk ke luar provinsi untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan dan fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.
Kehadiran rumah sakit ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan warga terhadap rumah sakit di daerah lain.




