spot_img
More
    spot_img

    Workshop Literasi Data Kaltara: Perkuat Satu Data Daerah, Bangun SDM Berbasis Data

    WARTA, TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus mendorong transformasi tata kelola data melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia. Salah satunya diwujudkan lewat Workshop Pengembangan Literasi Data yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) di Ballroom Hotel Luminor, Jumat (17/4).

    Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat implementasi program Satu Data Daerah, sekaligus menindaklanjuti kebijakan nasional seperti Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, serta regulasi turunan di tingkat daerah.

    Workshop yang didukung Program SKALA (Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar) ini difokuskan pada penyusunan kerangka, mekanisme, hingga kurikulum sekolah data yang komprehensif dan berkelanjutan.

    Mewakili Kepala Bapperida Kaltara, Kepala Bidang Pengkajian Perencanaan Daerah dan Pengendalian Pembangunan, Dedy Irawan menegaskan bahwa keberhasilan satu data tidak hanya ditentukan oleh sistem dan infrastruktur, tetapi juga kualitas sumber daya manusia.

    “Tanpa literasi yang memadai, data berpotensi hanya menjadi arsip tanpa nilai guna. Padahal, data seharusnya menjadi dasar utama dalam perencanaan dan pengambilan kebijakan,” ujarnya.

    Menurutnya, konsep sekolah data hadir sebagai solusi untuk menjembatani kesenjangan antara ketersediaan data dan kemampuan pengguna dalam mengolah serta memanfaatkannya.

    Program ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya kerja berbasis data di lingkungan pemerintah daerah. Dengan begitu, setiap kebijakan yang diambil benar-benar didukung oleh data yang akurat dan terintegrasi.

    “Data tidak boleh hanya disimpan. Ia harus hidup, diolah, dan digunakan sebagai fondasi dalam setiap keputusan pembangunan,” tegas Dedy.

    Lebih jauh, kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan riset dan inovasi berbasis data daerah. Sinergi lintas sektor ini dinilai penting untuk membangun ekosistem data yang kuat dan berkelanjutan di Kaltara.

    Baca Juga:  Kemensos Respons Aspirasi Pendidikan Anak PMI Nunukan

    Ke depan, pengembangan sekolah data akan diarahkan pada penyusunan kurikulum yang terstruktur, adaptif, serta relevan dengan kebutuhan pengguna.

    “Materi pembelajaran harus selaras dengan tujuan satu data daerah dan mampu menjawab tantangan di lapangan,” pungkasnya.

    Melalui langkah ini, Pemprov Kaltara optimistis kualitas perencanaan, penganggaran, hingga evaluasi pembangunan akan semakin akurat, efektif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU