WARTA, NUNUKAN – Sebuah langkah konkret menuju kemandirian pangan baru saja dipijakkan di tanah Nunukan. Mewakili Gubernur Kalimantan Utara, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kaltara, Dr. Bustan, SE., M.Si., secara resmi ikut serta dalam aksi penanaman jagung, bawang merah, dan kol di lahan Kelurahan Salisun, Rabu (21/1).
Menariknya, aksi tani ini bukan sekadar program pemerintah biasa, melainkan buah inisiasi dari Komunitas Antar Etnis Indonesia Bersatu (DPP KIB) Kaltara. Kolaborasi ini menjadi simbol kuat bahwa keberagaman etnis di Kaltara mampu bersatu demi kedaulatan pangan daerah.
Lebih dari Sekadar Menanam
Dalam sambutannya, Bustan menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki nilai filosofis dan strategis yang mendalam. Ia menyebut aksi ini sebagai cermin semangat gotong royong yang menjadi motor pembangunan di Bumi Benuanta.
“Kegiatan ini bukan sekadar penanaman jagung, tetapi merupakan simbol kepedulian, kolaborasi, dan semangat gotong royong dalam membangun kemandirian pangan daerah,” ujar Bustan penuh apresiasi.
Nunukan Sebagai Lumbung Strategis
Pemilihan jagung, bawang merah, dan kol pada penanaman Kuartal V ini bukan tanpa alasan. Ketiganya dipilih berdasarkan analisis pasar dan kecocokan iklim di wilayah Nunukan. Bustan optimis melihat potensi Nunukan yang kaya akan sumber daya alam serta didukung oleh SDM petani yang memiliki komitmen tinggi.
Pemerintah Provinsi Kaltara pun menjanjikan dukungan penuh melalui:
- Pemanfaatan Teknologi: Modernisasi alat dan metode tanam.
- Pendampingan Petani: Memastikan proses produksi berjalan optimal.
- Akses Pasar: Menjamin hasil panen terserap dengan baik.
Sinergi Lintas Sektor
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran petinggi daerah, mulai dari Ketua DPRD Nunukan Hj. Rahma Leppa, perwakilan Bupati Nunukan, hingga jajaran Forkopimda dan Bulog. Kehadiran tokoh masyarakat dan pemuda bersama kelompok tani setempat mempertegas bahwa misi Swasembada Pangan 2026 adalah kerja besar seluruh elemen masyarakat.
Dengan dimulainya penanaman ini, Kaltara tidak hanya menanam bibit di tanah, tetapi juga menanam harapan untuk menjadi provinsi yang mandiri, berdaulat secara pangan, dan sejahtera bagi seluruh rakyatnya.




