spot_img
More
    spot_img

    FaceDok dan E-Pro Jadi Inovasi Unggulan Dinas Perpustakaan Nunukan

    WARTA, NUNUKAN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Nunukan terus menunjukkan komitmennya menghadirkan layanan publik yang inklusif dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. Di bawah kepemimpinan Plt. Kepala Dinas Hj. Erlina, berbagai inovasi kreatif berhasil lahir, di antaranya FaceDok Gratis (Fasilitas Cetak Dokumen Gratis) dan E-Pro (Edukasi Profesi) yang kini menjadi daya tarik utama bagi masyarakat.

    Menurut Hj. Erlina, gagasan FaceDok Gratis muncul dari keprihatinannya terhadap seorang anak disabilitas yang kesulitan mencetak tugas sekolah karena kendala biaya.

    “Waktu itu ada anak disabilitas bilang ke saya, ‘Bu, saya susah kalau mau cetak tugas, harus bayar.’ Dari situ saya berpikir, kenapa tidak kita manfaatkan komputer yang nganggur untuk membantu mereka?” kenang Erlina saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (30/10/2025).

    Program sederhana namun berdampak besar ini memungkinkan masyarakat, terutama pelajar dan mahasiswa, mencetak tugas, dokumen, hingga skripsi secara gratis di Perpustakaan Daerah Nunukan.
    Awalnya, layanan ini bahkan menyediakan kertas gratis. Namun karena antusiasme masyarakat yang tinggi—hingga tiga rim kertas habis hanya dalam tiga hari—sistem kemudian disesuaikan: pengguna membawa kertas sendiri, sementara tinta disediakan oleh pihak perpustakaan.

    “Sekarang banyak yang datang, dari pelajar, mahasiswa, sampai masyarakat umum yang mencetak dokumen penting seperti kartu keluarga dan administrasi lainnya,” ungkapnya.

    Tak berhenti di situ, Dinas Perpustakaan Nunukan juga mengembangkan E-Pro (Edukasi Profesi), program edukatif yang dikemas dalam kegiatan Wisata Baca. Setelah membaca di ruang perpustakaan, anak-anak mendapat penyuluhan langsung dari berbagai tenaga profesional seperti dokter, psikolog, dan tenaga kesehatan.

    “Lewat E-Pro, anak-anak belajar tentang kesehatan gigi, bahaya narkoba, sampai pencegahan perundungan. Kami ingin kunjungan ke perpustakaan tidak hanya soal membaca buku, tapi juga menambah wawasan dan karakter,” jelasnya.

    Baca Juga:  8 Raperda Dibahas, DPRD Kaltara Targetkan Dua Tuntas Mei 2026

    Kedua program ini terbukti efektif meningkatkan kunjungan ke perpustakaan, yang kini mencapai belasan hingga puluhan orang setiap hari, di luar kunjungan rombongan sekolah dalam kegiatan Wisata Baca.

    Bagi Hj. Erlina, inovasi tidak harus menunggu anggaran besar. Ia menegaskan, semangat dan keberpihakan kepada masyarakat justru menjadi kunci utama keberhasilan program.“Tanpa anggaran pun bisa jalan kalau ada kemauan. Yang penting inovatif dan berpihak pada masyarakat,” tegasnya.

    Dengan berbagai terobosan tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Nunukan kini tak sekadar menjadi tempat membaca, tetapi telah bertransformasi menjadi pusat literasi, edukasi, dan pelayanan publik yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.(Hyt/REDAKSI)

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU