spot_img
More
    spot_img

    Warga Krayan Antusias Sambut Layanan Spesialis Mata dari Program “Pro Lantera Ku”

    WARTA, NUNUKAN– Ratusan warga di wilayah perbatasan Krayan, Kabupaten Nunukan, tampak antusias memanfaatkan layanan kesehatan gratis yang dihadirkan melalui Program Layanan Dokter Terbang Kalimantan Utara (Pro Lantera Ku). Kali ini, layanan yang paling ditunggu adalah pemeriksaan spesialis mata yang digelar di RS Pratama Krayan, Rabu (22/10/2025).

    Program unggulan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) ini dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara, sebagai upaya menghadirkan tenaga medis spesialis ke wilayah yang sulit dijangkau fasilitas kesehatan.

    Menurut Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Dinkes Kaltara, Okchtario Kristiadhi, kehadiran dokter spesialis mata di Krayan menjadi salah satu layanan yang paling diminati masyarakat.

    “Selama ini layanan spesialis mata belum tersedia di Krayan. Warga harus menempuh perjalanan jauh bahkan hingga ke luar daerah untuk mendapatkan pemeriksaan. Karena itu, saat dokter mata datang, antusiasnya luar biasa,” jelasnya.

    Sejak pagi, masyarakat dari berbagai kampung di Kecamatan Krayan dan sekitarnya memadati halaman RS Pratama Krayan. Banyak warga datang bersama keluarga untuk memeriksakan mata mereka, terutama para lansia yang mengalami gangguan penglihatan.

    Selain dokter spesialis mata, kegiatan ini juga menghadirkan dokter penyakit dalam, anak, dan kandungan. Namun, menurut Okchtario, pelayanan mata menjadi salah satu prioritas Dinkes Kaltara karena kebutuhan dan permintaan yang tinggi di wilayah perbatasan.

    “Kami menyesuaikan dokter yang didatangkan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan. Untuk spesialis mata, jika permintaannya terus tinggi, akan kami agendakan rutin dalam kegiatan berikutnya,” tambahnya.

    Program Pro Lantera Ku ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-13 Provinsi Kalimantan Utara, sekaligus wujud nyata komitmen pemerintah dalam mendekatkan layanan kesehatan ke daerah terluar, tertinggal, dan perbatasan (DTPK).

    Baca Juga:  BPBD Kaltara: Risiko Longsor di Tarakan Tinggi, Warga Diminta Hindari Membangun di Lereng

    Dinkes Kaltara menargetkan hingga 200 warga Krayan mendapatkan pemeriksaan dan konsultasi gratis selama kegiatan berlangsung.

    “Kami ingin masyarakat perbatasan merasakan layanan kesehatan yang sama seperti di perkotaan. Tidak ada lagi jarak yang membatasi hak mereka untuk sehat,” tutup Okchtario.

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU