Menariknya, di akhir sesi, Sutanto mempersembahkan lagu ciptaannya berjudul “Dari Nunukan untuk Indonesia”, yang ia tulis hanya dalam dua hari. Lagu tersebut menjadi simbol apresiasi terhadap semangat literasi dan kreativitas masyarakat Nunukan.
Ia juga mengungkapkan bahwa KYM kerap bekerja sama dengan berbagai tokoh nasional, termasuk menteri dan kepala daerah, dalam menyelenggarakan festival literasi di berbagai daerah.
“Harapannya, energi positif anak-anak bisa tersalurkan lewat karya tulis. Karya mereka akan menjadi dokumentasi berharga tentang daerahnya sendiri,” pungkasnya.




