WARTA, NUNUKAN – Upaya mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terus digencarkan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Nunukan di awal tahun 2026. Dalam waktu sepekan, tim vaksinasi dari Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan telah menyuntikkan 233 dosis vaksin PMK kepada ternak sapi milik warga.
Kegiatan terbaru dilaksanakan di Jalan Limau, Kelurahan Nunukan Selatan, Kecamatan Nunukan Selatan, Senin (9/2/2026), disertai pemberian multivitamin untuk menjaga daya tahan tubuh hewan ternak.
Dokter hewan DKPP Nunukan, drh. Rendy Dharmawan L, menyebut capaian tersebut masih jauh dari target tahunan sebanyak 3.700 dosis. Namun, tim optimistis dapat mengejar target hingga akhir tahun.
“Sudah seminggu tim melakukan vaksinasi dan tercatat 233 dosis yang diberikan. Memang belum optimal, tapi kami terus bergerak dan akan mengejar target sampai akhir tahun,” ujar Rendy.
Program vaksinasi PMK ini merupakan bagian dari program Kementerian Pertanian melalui DKPP Nunukan yang rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai langkah pencegahan penyakit menular pada hewan ternak.
Pada kegiatan tersebut, 6 ekor sapi milik warga bernama Muslimin turut divaksin dan diberi multivitamin. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dengan adanya bantuan vaksin dan vitamin ini,” ucap Muslimin.
PMK atau Foot and Mouth Disease (FMD) merupakan penyakit menular akut yang disebabkan virus dari famili Picornaviridae genus Apthovirus. Penyakit ini menyerang hewan berkuku belah seperti sapi, kerbau, kambing, dan babi, serta berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi bagi peternak jika tidak dicegah sejak dini.
Melalui vaksinasi rutin dan pendampingan kesehatan hewan, DKPP Nunukan berharap populasi ternak warga tetap sehat, produktif, dan terlindungi dari ancaman PMK sepanjang 2026.




