WARTA, TANJUNG SELOR – Proses seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) diharapkan mampu menjadi ruang afirmasi bagi Sumber Daya Manusia (SDM) lokal agar dapat berperan lebih besar dalam pembangunan daerah.
Pada penerimaan CASN tahun 2024, Pemprov Kaltara membuka 65 formasi. Namun, tujuh formasi tidak terisi sehingga hanya 58 formasi yang diperebutkan oleh 953 pelamar. Tingginya animo pelamar, termasuk dari luar daerah, menuntut SDM lokal untuk mampu bersaing secara kompetitif.
Salah satu peserta seleksi CASN, Muhammad Fajri, menilai bahwa keterlibatan SDM lokal dalam birokrasi daerah memiliki nilai strategis. Selain memahami karakteristik dan kebutuhan pembangunan Kaltara, SDM lokal dinilai memiliki komitmen jangka panjang untuk mengabdi di daerah.
“CASN seharusnya menjadi instrumen memperkuat kapasitas daerah. SDM lokal harus mampu membuktikan kualitas dan daya saing agar bisa terlibat langsung dalam pembangunan,” ujarnya.
Menurutnya, meskipun tidak ada aturan tertulis yang memprioritaskan SDM lokal, peluang tetap terbuka sepanjang mampu memenuhi standar seleksi nasional. Ia juga menyoroti fenomena ASN dari luar daerah yang kerap menjadikan Kaltara sebagai batu loncatan sebelum mengajukan pindah tugas.
Sementara itu, Plt. Kepala BKD Provinsi Kaltara, Andi Amriampa, menyampaikan bahwa hingga kini pihaknya belum menetapkan persyaratan khusus dalam seleksi CPNS. Namun, wacana memasukkan aspek domisili sebagai salah satu bahan pertimbangan masih terbuka dan akan dikaji lebih lanjut.
“Kami masih akan melakukan kajian terlebih dahulu. Jika nanti dianggap relevan dan sesuai regulasi, baru bisa dirumuskan sebagai bagian dari persyaratan khusus,” jelasnya.
Pemprov Kaltara menegaskan komitmennya untuk melaksanakan seleksi CASN secara objektif dan transparan, sekaligus membuka ruang agar SDM lokal mampu bersaing dan berkontribusi optimal dalam memperkuat birokrasi daerah. (*)




