WARTA, TARAKAN – Aktivitas pedagang kaki lima (PKL) kembali memenuhi area Dermaga Pelabuhan Tengkayu I Tarakan. Para pedagang yang menempati jalur keberangkatan membuat arus penumpang terganggu dan menimbulkan kekhawatiran soal keselamatan.
Kondisi semrawut ini sebelumnya juga menjadi perhatian Komisi Gabungan DPRD Kaltara saat melakukan kunjungan lapangan beberapa waktu lalu. Sejumlah penumpang mengaku tidak nyaman karena arus manusia bercampur dengan PKL dan buruh angkut di jalur yang sama, terutama pada jam keberangkatan kapal yang padat.
Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Keselamatan Angkutan Perairan UPTD Pelabuhan Tengkayu I, Widia Ayu Saraswati, menjelaskan bahwa PKL sebenarnya telah disediakan tempat khusus di area koridor prestil. Namun karena pembangunan fisik pelabuhan belum selesai, para pedagang kembali berjualan di area dermaga.
“Memang idealnya mereka tidak berada di situ, tetapi karena pembangunan belum rampung, mereka kembali ke area dermaga,” ujarnya, Selasa (18/11/2025).
Widia memastikan kondisi ini tidak bisa dibiarkan. UPTD telah melakukan sosialisasi berulang kepada para pedagang, namun menilai penertiban perlu dilakukan dalam waktu dekat agar aktivitas pelabuhan kembali tertata.
Penertiban dijadwalkan dilakukan minggu ini dengan melibatkan Satpol PP, KSKP, dan sejumlah pihak terkait untuk meminimalkan potensi gesekan.
“Untuk menghindari konflik, komunikasi sudah kami bangun dengan seluruh pihak terkait. Setelah itu, penertiban akan dilakukan secara terukur,” tegasnya.
Selain masalah PKL, penumpang juga mengeluhkan kurangnya edukasi keselamatan, khususnya penggunaan pelampung pada kapal non-reguler. Widia menyebut hal tersebut berada di luar kewenangan mereka karena aspek keselamatan pelayaran di atas kapal berada di bawah KSOP dan BPTD.
Meski masih banyak kekurangan, UPTD memastikan penataan area penumpang akan terus menjadi prioritas agar aktivitas keberangkatan di Pelabuhan Tengkayu I lebih aman dan tertib. (*)




