WARTA, TARAKAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggelar kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) bertema “Mencegah Kehamilan Remaja dan Mewujudkan Generasi Emas Tanpa Stunting”. Acara berlangsung di Hotel Duta Tarakan, Kamis (28/8).
Mewakili Gubernur Kaltara, Kepala DP3AP2KB Provinsi Kaltara, Burhanudin, S.Sos., M.Si membuka secara resmi kegiatan tersebut. Dalam sambutan yang dibacakannya, Gubernur menyoroti masih tingginya angka kehamilan remaja di Kaltara.
“Data tahun 2024 mencatat angka kehamilan remaja usia 15–19 tahun di Kaltara sebesar 26,1 persen. Angka ini masih jauh dari target nasional 21 persen, sehingga upaya pencegahan harus terus diperkuat,” ungkap Burhanudin.
Ia menegaskan, kehamilan remaja tidak hanya berdampak pada kesehatan ibu dan bayi, tetapi juga memengaruhi pendidikan dan masa depan remaja itu sendiri. “Remaja yang hamil memiliki risiko kematian ibu dan bayi lebih tinggi dibandingkan perempuan usia matang,” jelasnya.
Melalui kegiatan KIE, pemerintah berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan reproduksi remaja, mencegah pernikahan usia dini, serta memperkuat pola asuh dan gizi seimbang. Sinergi antara pemerintah, keluarga, sekolah, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, hingga para remaja sendiri disebut menjadi kunci dalam mewujudkan generasi sehat dan berdaya saing.
“Harapan kita, kegiatan ini mampu melahirkan generasi Kaltara yang sehat, cerdas, dan siap menjadi bagian dari Generasi Emas Indonesia 2045,” tutup Burhanudin.
Acara turut dihadiri Kepala DP3AP2KB Kota Tarakan H. Hasman Parigi, S.E., M.M, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tarakan H. Syopyan, S.Ag., M.Pd., serta pelajar dari berbagai sekolah di Tarakan.




